Tabrakan MRT di Singapura, 25 Cedera Dua Luka Serius

Natalia Santi , CNN Indonesia | Rabu, 15/11/2017 13:41 WIB
Tabrakan MRT di Singapura, 25 Cedera Dua Luka Serius Ilustrasi MRT di Singapura. (AFP PHOTO/Roslan RAHMAN)
Jakarta, CNN Indonesia -- Otoritas Transportasi Darat (LTA) dan Transportasi Massal Cepat Singapura (SMRT) menyelidiki penyebab tabrakan dua kereta di Stasiun Joo Koon, sekitar pukul 8.20 Rabu pagi (15/11). Sedikitnya 23 orang luka ringan dan dua luka serius dalam insiden tersebut.

Tabrakan kereta terjadi saat sebuah kereta yang mogok di Stasiun Joo Koon ditabrak dari belakang oleh sebuah kereta lain. “Pada pukul 8.20, kereta kedua melaju tanpa diduga dan bersinggungan dengan kereta pertama,” demikian pernyataan bersama SMRT dan LTA yang dilansir situs berita Singapura, Channel News Asia, Rabu (15/11).

Dua puluh tiga penumpang dan dua staf SMRT mengalami luka ringan hingga sedang. Mereka dibawa ke Rumah Sakit Ng Teng Fong dan Rumah Sakit Universitas Nasional (National University Hospital/NUH).

Tabrakan kereta sangat jarang terjadi di Singapura. Terakhir kali terjadi pada 1993 atau dua dekade lalu. Tepatnya pada 5 Agustus 1993 di Stasiun Clementi. Sedikitnya 156 penumpang luka-luka.

Saat itu panel penyelidik menemukan bahwa penyebab kecelakaan atau tumpahan minyak sebanyak 50 liter yang ditinggalkan dari sebuah lokomotif yang sedang diperbaiki. Sejak itu SMRT merevisi prosedur operasi dan memerintahkan staf-stafnya untuk membersihkan seluruh tumpahan minyak yang ditemukan sebelum kereta berangkat ke stasiun tujuan.
(nat)