Partai Sebut Eks Wapres Zimbabwe Akan Gantikan Mugabe

Rinaldy Sofwan, CNN Indonesia | Rabu, 22/11/2017 07:36 WIB
Partai Sebut Eks Wapres Zimbabwe Akan Gantikan Mugabe Emerson Mnangangwa disebut akan segera dilantik sebagai presiden Zimbabwe. (AFP Photo/Jekesai Njizikana)
Jakarta, CNN Indonesia -- Partai penguasa Zimbabwe, ZANU-PF, menyebut jabatan presiden yang baru saja ditinggalkan Robert Mugabe bakal segera diisi oleh eks Wakil Presiden Emmerson Mnangagwa yang sempat dipecat oleh sang mantan kepala negara.

Patrick Chinamasa, sekretaris hukum partai, mengatakan kepada Reuters bahwa Mnangagwa akan dilantik sebagai presiden para Rabu hari ini (22/11) atau Kamis esok. Kisruh yang akhirnya melengserkan Mugabe ini sendiri dipicu oleh keputusan memecat wakilnya pada awal bulan.

Secara terpisah, Kepala Disiplin ZANU-PF Lovemore Matuke mengatakan kepada Reuters bahwa Mnangagwa akan dilantik dalam waktu 48 jam dan menjalani sisa masa jabatan Mugabe hingga pemilu yang akan datang, dijadwalkan pada September 2018.


Mugabe yang berusia 93 tahun sempat bertahan pada jabatannya selama sepekan setelah militer mengambil alih pemerintahan, sementara ZANU-PF mendorongnya untuk mengundurkan diri.

Akhirnya ia mengundurkan diri beberapa saat setelah parlemen memulai proses pemakzulan, satu-satunya cara legal untuk melengserkannya.

Gempita kegembiraan terjadi di Majelis Nasional ketika Ketua Parlemen Jacob Mudenda mengumumkan bahwa penguasa empat dekade itu akhirnya memutuskan mengundurkan diri.
Begitu pun di luar gedung parlemen, di mana rakyat menari dan klakson-klakson kendaraan dibunyikan menandakan kegembiraan mereka atas berakhirnya rezim Mugabe.

Militer mengambil alih pemerintahan setelah Mugabe memecat Mnangagwa, kandidat favorit penerusnya dari ZANU-PF, untuk melancarkan jalan bagi istrinya, Grace, melenggang menuju kursi presiden.

Sejak krisis pecah, Mugabe lebih banyak berada di kediaman "Atap Biru" di Ibu Kota Harare, tempat yang diyakini juga menaungi sang istri berjulukan "Gucci Grace"--julukan yang diberikan para kritikus karena gaya belanjanya yang mewah.

(aal)