Menilik Kecelakaan Kapal Selam Terburuk Sepanjang Sejarah

Riva Dessthania Suastha | CNN Indonesia
Jumat, 24 Nov 2017 13:47 WIB
Kapal selam Argentina yang diduga meledak menjadi kecelakaan terbaru dalam rangkaian insiden yang menimpa kapal selam. Kapal selam Argentina dikabarkan meledak setelah sempat hilang sejak pekan lalu. Reuters
Jakarta, CNN Indonesia -- Menghilangnya kapal selam Argentina, ARA San Juan, yang membawa 44 kru di perairan Atlantik Selatan pada pekan lalu kembali mengejutkan dunia pertahanan dan militer dunia.

Meski potensi kecelakaan sangat jarang terjadi, kesalahan teknis saat mengoperasikan kapal selam bisa membawa bencana.

Berikut, rangkuman sejumlah kecelakaan kapal selam terburuk dalam sejarah.

[Gambas:Video CNN]

Tragedi Kapal Selam Kursk

Pada 12 Agustus 2000, kapal selam berteknologi rudal K-141 Kursk milik Rusia tenggelam setelah mengalami dua ledakan di haluannya saat beroperasi di Laut Barents. Seluruh 118 kru kapal bertenaga nuklir itu tewas dalam insiden tersebut.

Setelah proses evakuasi jenazah berlangsung, pejabat berwenang menetapkan bahwa 23 kru kapal, termasuk komandan Kursk sempat selamat dari ledakan tersebut meski akhirnya tewas karena terjebak di dalam kapal selam yang tenggelam.
Insiden Kapal Selam K-8 Soviet

Kebakaran sempat terjadi di dalam kapal selam K-8 bertenaga nuklir milik Uni Soviet pada 8 April 1970 dan memaksa puluhan kru membatalkan operasi mereka dan meninggalkan kapal tersebut.

Namun, awak kapal kembali mengoperasikan K-8 setelah operasi penyelamatan dilakukan. Namun, kapal tersebut tenggelam saat berada di tengah perjalanan di lepas perairan Teluk Biscay dan menewaskan 52 awak kapal.
Lenyapnya Kapal Selam Scorpion

Pada Mei 1968, kapal selam Scorpion bertenaga nuklir milik Amerika Serikat hilang di Samudra Atlantik. Kapal tersebut membawa 99 kru kapal.

Puing-puing kapal ditemukan lima bulan setelah nya sekitar 644 kilometer barat daya dari Pulau Azores pada kedalaman 3.050 meter di bawah laut.

Beberapa hipotesa seperti kesalahan teknis saat melepaskan torpedo yang kembali menghantam Scorpion, ledakan akibat baterai rudal, hingga insiden tabrakan dengan kapal Uni Soviet, pun muncul untuk menjelaskan tragedi tersebut.
Insiden K-129

K-129, kapal selam rudal balistik Soviet tenggelam pada 8 Maret 1968 saat beroperasi di Samudra Pasifik. Angkatan Laut Soviet gagal menemukan kapal bertenaga nuklir yang membawa 98 kru tersebut.

Namun, Angkatan Laut Amerika Serikat menemukan K-129 di barat laut Oauhu, Pulau Hawaii, pada kedalaman 4.900 meter di bawah laut.

Kapal patroli Hughes Glomar milik AS berhasil menyelamatkan K-129 dalam suatu operasi rahasia. Enam kru K-129 yang ditemukan tewas dimakamkan di laut.
Ledakan Thresher

Pada 10 April 1963, kapal selam berteknologi nuklir milik AS, Thresher, yang mengangkut 129 kru hilang dari radar. Kapal tersebut dilaporkan karam di kedalaman laut 2.560 meter di bawah laut di tenggara Cape Cod, Massachusetts, saat melakukan uji coba menyelam.

Menurut militer AS, kecelakaan tersebut terjadi karena arus pendek yang memicu matinya reaktor listrik kapal yang menyebabkan mesin tidak bisa menyala dan kapal tenggelam.
Insiden Nuklir K-19

K-19 merupakan salah satu dari dua kapal selam berteknologi rudal nuklir yang dimiliki Uni Soviet pada masanya. Namun, kapal tersebut mengalami sejumlah gangguan teknos bahkan saat pelayaran pertamanya pada 4 Juli 1961.

Saat itu, ketika K-19 tengah beroperasi di tenggara perairan Greenland, mesin pendingin reaktor pada kapal tidak berjalan sempurna. Sejumlah teknisi kapal pun mengorbankan nyawa mereka untuk mengaktifkan mesin dan mendinginkan reaktor. Sekitar 20 awak dari total 139 meninggal karena terpapar radiasi.

Sekitar 117 kru lainnya menderita penyakit akibat terpapar tingginya radiasi. Sebagaimana dilansir Reuters, tragedi itu pun diabadikan dalam sebuah film berjudul K-19: The Widowmaker pada 2002 lalu. (nat/nat)
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER