Polisi: Insiden Oxford Street London Bukan Terorisme

AFP, CNN Indonesia | Sabtu, 25/11/2017 08:32 WIB
Polisi: Insiden Oxford Street London Bukan Terorisme Warga panik ketika polisi dikerahkan ke Oxford Street, London sehingga 16 orang luka. (Reuters/Simon Dawson)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebanyak 16 orang luka-luka ketika mencoba menyelamatkan diri setelah mendengar berita penembakan di pusat perbelanjaan kota London, Oxford Street.

Pengerahan polisi bersenjata lengkap ke jalan yang terkenal ini membuat warga panik sehingga terjadi kekacauan.

Polisi London menutup area itu selama lebih dari satu jam pada Jumat (24/11) sebelum memutuskan bahwa tidak ditemukan "jejak tersangka, bukti penembakan atau korban".


Polisi Transportasi Inggris mengatakan kepanikan akan keamanan ini dmulai ketika terjadi "perselisihan antara dua pria" di dalam stasiun kereta bawah tanah Oxford Street.

Polisi merilis gambar dua pria yang diambil CCTV dan meminta informasi dari warga terkait perselisihan itu atau penyebab para penumpang meninggalkan stasiun kereta itu dengan panik.
Wilayan perbelanjaan ini dipenuhi dengan warga yang berniat memanfaatkan tawaran potongan harga dalam program "Black Friday".

Dinas Layanan Ambulans London mengatakan sejumlah orang terluka ketika mencoba menyelamatkan diri dengan panik, sembilan diantaranya dibawa ke rumah sakit.

"Kami memeriksa dan merawat sejumlah pasien yang menderita luka ketika mencoba keluar dari wilayah Oxford Circus," kata Dinas Ambulans dalam pernyataan tertulis

"Kami menyatakan sejumlah orang yang dirawat di TKP boleh pulang, dan delapan orang yang menderita luka ringan dibawa ke rumah sakit. Kami juga membawa satu orang yang mengalami luka dibagian kaki agak parah."
Polisi: Insiden di London Bukan TerorismePolisi memperlakukan informasi penembakan di Oxford Street seperti aksi terorisme, namun tidak ada bukti ke arah itu setelah satu jam memeriksa TKP. (Reuters/Peter Nicholls)
Pada awalnya polisi mengatakan mereka memperlakukan laporan tembakan senjata "seperti menangani insiden terkait terorisme" dan meminta warga untuk mencari perilindungan di dalam toko di Oxford Street.

Tetapi polisi kemudian mengatakan tidak menemukan bukti insiden penembakan apapun.

Akun resmi kepolisian London pun menulis cuitan: "Operasi kami di #OxfordStreet telah selesai."

"Jika anda masih berlindung di dalam gedung silahkan segera pergi, dan ikuti araan dari polisi di lokasi jika anda memerlukan bantuan."
Oxford Circus, perempatan Oxford Street dan Regent Street, merupakan salah satu wilayah paling ramai di London terutama stasiun kereta bawah tanah.

Di jam-jam sibuk jalur masuk ke stasiun ditutup secara rutin untuk mengendalikan penumpukan massa.

Stasiun ini dan juga stasiun Bond Street yang sebelumnya ditutup karena kekhawatiran terjadi penumpukkan massa, dibuka kembali.

Pihak keamanan Inggris dalam siaga penuh setela terjadi serangakaian serangan terorisme pada tahun ini yang menyebabkan sejumlah orang luka-luka.
Serangan teorisme paling akhir terjadi ketika bom yang diletakkan di kereta bawah tanah London meledak. Insiden pada bulan September ini menyebabkan 30 orang luka.

Sementara polisi mengajukan seorang remaja yang dituding bertanggung jawab atas serangan bom ini ke pengadilan dengan dakwaan percobaan pembunuhan. (yns/yns)