Tragedi Bom Sinai, Presiden Mesir Tetapkan 3 Hari Berkabung

Christina Andhika Setyanti, CNN Indonesia | Sabtu, 25/11/2017 22:10 WIB
Tragedi Bom Sinai, Presiden Mesir Tetapkan 3 Hari Berkabung Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi mendeklarasikan tiga hari berkabung untuk menghormati korban tragedi bom Sinai Utara dan mengutuk serangan tersebut.(AFP PHOTO / STRINGER)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sabtu (25/11) menjadi hari berkabung bagi Mesir setelah tragedi bom di sebuah masjid. Korban bom Masjid Sinai ini meningkat jadi 305, termasuk anak-anak.

Presiden Abdel Fattah al-Sisi mendeklarasikan tiga hari berkabung. Tak cuma itu dia juga bersumpah untuk 'menanggapi kekuatan brutal' terhadap serangan tersebut. Pasalnya, serangan ini dianggap serangan paling mematikan di dunia setelah serangan 11 September 2011 di Amerika Serikat.

"Tentara dan polisi akan membalaskan dendam para martir kami dan mengembalikan kemananan dan stabilitas dengan kekuatan dalam waktu singkat," katanya dalam pidato di televisi, dikutip dari AFP.


Dalam pernyataan terpisah, seorang juru bicara militer mengungkapkan bahwa jet angkatan udara Mesir mengejar teroris dan menemukan kendaraan yang digunakan dalam serangan dan membunuh orang yang ada di dekat lokasi serangan.

Serangan bom Sinai ini merupakan serangan paling mematikan yang terjadi di negara tersebut.

Kejaksaan negara tersebut mengungkapkan ada sekitar 30 orang militan yang menyamar dan membawa bendera ISIS mengelilingi masjid di Sinai Itara. Mereka kemudian terlihat membantai orang yang ssedang salat Jumat.

Sampai saat ini, kelompok ISIS belum mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Para korban tewas dimakamkan pada Jumat (24/11). Petugas pemakaman Islam, keamanan dan medis mengungkapkan banyak korban yang dimakamkan bersama pakaian kotor yang berlumuran darah.

ISIS Mesir sudah membunuh ratusan polisi, tentara, dan warga sipil yang dituduh bekerja sama dengan pihak berwenang dalam serangan di Sinai Utara. Mereka juga menargetkan para sufi dan pemeluk Kristen.

Pemboman masjid tersebut diduga terjadi karena masjid tersebut dikenal sebagai tempat para sufi berkumpul. ISIS memandang sufi sebagai bidah untuk mencari syafaat.

ISIS juga sudah membunuh lebih dari 100 orang Kristen saat mengebom gereja dan penembakan di Sinai dan bagian Mesir lainnya.

(chs/chs)