Masih mengalami kerusakan karena tabrakan yang menewaskan tujuh pelaut pada 17 Juni, kapal penghancur peluru kendali kelas Arleigh Burke itu semula hendak dibawa ke Mississippi untuk diperbaiki. Namun, Fitzgerald mesti kembali ke pelabuhan asalnya di Yokosuka, Jepang, setelah mendapatkan dua lubang baru di bagian lambungnya.
Kerusakan tambahan itu didapatkan dalam kecelakaan yang melibatkan kapal transportasi berat Transshelf.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perbaikan diperkirakan akan menunda proses pengangkutan hingga beberapa hari, di mana setelahnya Transshelf akan membawa Fitzgerald ke Huntington Ingalls Industries di Pascagoula, Mississippi, untuk diperbaiki dan diperbarui lebih jauh."
Kapal perang itu diderek ke perairan dalam untuk memulai proses pengangkutan pada pekan lalu. Setelah tabrakan pada Juni, Fitzgerald mesti menjalani perbaikan di bagian sisi kanannya yang mengalami kerusakan signifikan, tepat di atas garis air.
Dua kapal penghancur rudal AS, USS Fitzgerald dan USS John S McCain, mengalami tabrakan dengan kapal dagang hingga menewaskan 17 pelautnya dan kini kedua kapal mesti diperbaiki dengan biaya ratusan juta dolar.
Kecelakaan yang masing-masing terjadi di Jepang dan Singapura juga membuat Angkatan Laut kebingungan karena dua kapal paling canggih di lautan itu justru tidak bisa bernavigasi dengan baik di tengah jalur kapal yang padat.
Secara keseluruhan, kapal dan pesawat Armada Ketujuh sudah mengalami lima kecelakaan besar di luar pertempuran sepanjang 2017, termasuk kecelakaan di Laut Filipina pekan lalu.
(aal)