AS: Jika Perang Pecah, Korut Akan Benar-benar Hancur

Hanna Azarya Samosir, CNN Indonesia | Kamis, 30/11/2017 12:58 WIB
AS: Jika Perang Pecah, Korut Akan Benar-benar Hancur Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Nikki Haley, mengatakan bahwa Korut akan benar-benar hancur jika perang pecah. (Reuters/Brendan McDermid)
Jakarta, CNN Indonesia -- Amerika Serikat memperingatkan bahwa Korea Utara akan benar-benar hancur jika perang pecah setelah Pyongyang melakukan uji coba rudal balistik antarbenua (ICBM) yang diklaim dapat mencapai seluruh wilayah negara Paman Sam pada Rabu (29/11).

"Kami tidak pernah ingin berperang dengan Korut hingga hari ini. Namun, jika perang pecah, semua pasti karena agresi seperti yang kita lihat kemarin. Jika perang benar-benar pecah, tentunya, rezim Korut akan benar-benar hancur," ujar Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Nikki Haley, Kamis (30/11).

Haley mengatakan, AS juga sudah meminta China untuk menghentikan semua pasokan minyak ke Korut, menghindari aliran dana pengembangan program senjata Pyongyang.
Menurut Haley, Presiden Donald Trump baru saja memastikan kembali komitmen China dalam perbincangan telepon dengan Presiden Xi Jinping pada Rabu.


"Baru saja berbicara dengan Presiden Xi Jinping mengenai tindakan provokatif Korut. Sanksi tambahan akan dijatuhkan atas Korut hari ini. Situasi ini akan terkendali," ujar Trump melalui akun Twitter pribadinya, sebagaimana dikutip Reuters.

Sejumlah pengamat mengatakan bahwa langkah Trump ini kemungkinan berhasil dan dapat memperbaiki kekurangan pemerintahan sebelumnya yang dianggap gagal menghentikan program senjata Korut meski sudah berulang kali berunding.
Akibat kegagalan tersebut, Korut dapat terus melanjutkan pengembangan senjatanya hingga pada awal tahun ini, pemimpin tertinggi Korut, Kim Jong-un, menyatakan tekadnya untuk membangun rudal yang dapat menjangkau wilayah AS.

Setelah sejumlah uji coba, Korut pun menyatakan bakal meluncurkan rudal untuk menyerang Guam, wilayah AS di Pasifik, dengan rute melalui Jepang.

Situasi kian panas setelah Korut meluncurkan dua rudal melintasi langit Jepang sebelum jatuh di samudera. Pyongyang bahkan mengklaim berhasil menguji coba bom hidrogen.

[Gambas:Video CNN]

Trump semakin geram setelah Korut meluncurkan rudal pada Rabu kemarin dan mengklaim bahwa senjata mereka dapat mencapai seluruh penjuru AS.

Korut selalu menolak menghentikan pengembangan program senjata rudal dan nuklirnya dengan dalih untuk mempertahankan diri dari provokasi AS yang terus melakukan latihan bersama Korsel "di depan gerbang negara" mereka.

DUbes Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, pun menyerukan agar Korut menghentikan uji coba senjatanya, sementara AS dan Korsel harus membatalkan latihan militer mereka pada Desember mendatang karena dianggap dapat "membakar situasi yang kini sudah meledak." (has/has)