Menlu RI Panggil Dubes AS soal Yerusalem Ibu Kota Israel

Natalia Santi, CNN Indonesia | Senin, 04/12/2017 16:10 WIB
Menlu RI Panggil Dubes AS  soal Yerusalem Ibu Kota Israel Menlu Retno Marsudi bersama Menlu Palestina Riyad al-Maliki saat KTT Asia-Afrika ke-60 pada April 2015 lalu. Menlu RI memanggil Dubes AS di Jakarta terkait kabar bahwa Presiden Donald Trump akan mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. (CNN indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi memanggil Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia, Joseph R. Donovan Jr ke kantornya di Gedung Utama Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (3/12).

Pemanggilan Dubes AS tersebut terkait kabar soal rencana Presiden Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Pengakuan itu rencananya bakal terwujud dengan pemindahan kedutaan besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Menurut kabar yang dilansir CNN, Sabtu (2/12) lalu, Trump berencana melaksanakan janjinya saat kampanye pemilihan presiden 2016 tersebut secepatnya pada Selasa (5/12).




"Menlu Retno sampaikan keprihatinan Indonesia terkait berita rencana pengumuman pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel," tulis Kementerian Luar Negeri lewat akun Twitter resminya, @Portal_Kemlu RI, Senin (3/12).

Disebutkan pula bahwa kepada Dubes AS, Menlu Retno menyatakan rencana pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel tersebut akan mengancam proses perdamaian Israel-Palestina.

Menanggapi pernyataan Menlu RI, Dubes AS menyampaikan bahwa Presiden Trump belum mengambil keputusan final mengenai hal tersebut.


Rencana Trump memindahkan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem dianggap sebagai pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Padahal Yerusalem Timur diharapkan Palestina sebagai Ibu Kota-nya jika mereka merdeka dari Israel.

Liga Arab berencana menggelar pertemuan darurat yang khusus membahas rencana Trump mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel pada Selasa (5/12). Kementerian Luar Negeri Palestina mengimbau Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) juga menggelar sidang serupa. (nat)