Komentar Shafik yang disiarkan televisi swasta Kairo itu dilontarkan sehari setelah keluarganya menyatakan ia sempat digiring dari rumahnya di UEA dan dideportasi ke Mesir, di mana mereka hilang kontak hingga Minggu malam.
Mantan kepala angkatan udara dan menteri pemerintahan itu dipandang para pengamat sebagai kandidat penantang terkuat Presiden Al-Sisi yang diperkirakan akan kembali maju dalam pemilihan tahun depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hari ini, saya berada di sini di negara ini, jadi saya bebas untuk menjelaskan lebih jauh mengenai masalah ini, untuk menggali dan berbicara dengan orang-orang di jalanan," ujarnya sebagaimana dikutip Reuters.
"Sekarang ada kesempatan untuk menginvestigasi lebih lanjut dan melihat apa yang sebenarnya dibutuhkan ... untuk merasakan apakah ini adalah keputusan yang logis."
Shafik menampik laporan yang menyebutnya diculik.
Pengacara Shafik, Dina Adly, melalui Facebook menyatakan dirinya sempat menemui sang klien di sebuah hotel di Cairo dan dia tidak terlibat dalam kasus apapun. Dia tidak mengonfirmasi apakah Shafik bisa meninggalkan hotel atau pergi ke luar negeri.
"Saya bertemu dengan Shafik satu jam lalu di salah satu hotel di New Cairo dan mengonfirmasi dia dalam keadaan sehat," kata Adly, merujuk pada sebuah wilayah suburban di Cairo.
Otoritas UAE telah mengonfirmasi Shafik telah pergi ke luar negeri tapi tidak menjelaskan detail.
Seorang sumber di Kementerian Dalam Negeri Mesir mengatakan "kami tidak tahu apa-apa soal Shafik. Kami tidak menahannya dan kami tidak menerima permintaan penahanan dari jaksa atau memulangkan dia."
(aal)