“Sebagai saudara dan sesama negara Muslim, kami meminta dan berharap pemerintah Indonesia mendukung serta memastikan perdamaian dan kemerdekaan bisa diraih Palestina, di mana Yerusalem akan menjadi ibu kota masa depan kami,” tutur Al Shun dalam pidatonya di seminar internasional soal Palestina di Jakarta, Selasa (5/11).
Permintaan itu diutarakan Al Shun menyusul kabar Amerika Serikat akan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dengan memindahkan kedutaan besarnya dari Tel Aviv ke kota itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
UU tersebut telah disahkan Kongres sejak 1995 lalu, tapi selama ini setiap presiden AS selalu mengeluarkan perintah penangguhan pemindahan kedubes tersebut demi menghindari memburuknya konflik di Timur Tengah.
“Dan keputusan Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel itu adalah perubahan sikap AS yang sangat radikal terkait isu ini. Kami meminta dunia internasional untuk menanggapi sikap ini sebelum terlambat,” kata Al Shun.
“Sejak 2008, Indonesia terus menyalurkan bantuan teknis yang mendorong pembangunan di Palestina, seperti pembangunan kapasitas dan infrastruktur melalui kerangka kemitraan strategis Asia-Afrika. Bantuan ini sangat membantu Palestina dalam berbagai sektor,” ujar Al Shun.
Dubes terpilih Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al Shun (kedua kanan) bersama Menlu RI Retno Marsudi (kedua kiri). (CNN Indonesia/Riva Dessthania Suastha) |
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menegaskan pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel bisa merusak proses perdamaian antara Israel-Palestina yang telah diupayakan selama bertahun-tahun.
Retno juga mengatakan telah memanggil duta besar AS untuk RI, Jospeh R Donovan, dan berupaya berkomunikasi dengan Menlu Rex Tillerson untuk meminta kejelasan terkait rencana Negeri Paman Sam tersebut.
“Indonesia menyerukan seluruh negara untuk mematuhi resolusi internasional tahun 1976 terkait legalitas status Yerusalem yang selama ini dianggap sebagai bagian integral dari wilayah Palestina."
Selain Indonesia, Mesir juga menyatakan dukungannya untuk terus memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Dubes Mesir untuk Indonesia, Ahmed Amr Ahmed Moawad, mengatakan isu kemerdekaan Palestina akan terus menjadi prioritas pemerintahnya.
“Hubungan Mesir dan Palestina telah berakar dalam sejarah. Mesir telah banyak berperang untuk memastikan hak rakyat Palestina ditegakkan,” kata Moawad.
(aal)
Dubes terpilih Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al Shun (kedua kanan) bersama Menlu RI Retno Marsudi (kedua kiri). (CNN Indonesia/Riva Dessthania Suastha)