Mengutip pernyataan militer Korsel, Reuters melaporkan pesawat pengebom itu terbang dari Guam--wilayah AS di Pasifik--untuk bergabung dengan jet tempur siluman F-22 dan F-35 dalam latihan di Korea Selatan. Latihan yang dimulai pada Senin dan akan berakhir Jumat (8/12) ini dilakukan di tengah ketegangan di semenanjung.
Kegiatan itu juga dilakukan setelah Korea Utara menguji coba peluru kendali balistik antarbenua (ICBM) yang diklaim paling canggih dan bisa mencapai darat Amerika Serikat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Media corong propaganda pemerintaha Kim Jong-un itu juga melabeli Trump sebagai "orang gila."
Latihan militer ini di saat yang sama juga bertepatan dengan kunjungan langka dari kepala bidang hubungan politik Perserikatan Bangsa-Bangsa, Jeffrey Feltman.
Media pemerintah Korut mengonfirmasi kedatangan Feltman dan lawatannya pada Selasa malam tanpa menjelaskan secara detail. Setelahnya, KCNA menerbitkan foto pejabat PBB tersebut bersama dua anggota timnya.
Mantan pejabat Kementerian Luar Negeri AS itu adalah pejabat tertinggi AS yang mengunjungi Korea Utara sejak 2012 lalu. Kemlu AS menyatakan dia tidak membawa pesan khusus dari Washington selama kunjungan tersebut.
(aal)