Sikapi Yerusalem, Menlu RI Panggil Dubes AS Sore Ini

Riva Dessthania Suastha , CNN Indonesia | Kamis, 07/12/2017 15:57 WIB
Sikapi Yerusalem, Menlu RI Panggil Dubes AS Sore Ini Dubes AS untuk Indonesia Joseph Donovan dipanggil oleh Menlu RI Retno Marsudi untuk menyikapi masalah Yerusalem. (CNN Indonesia/Riva Dessthania Suastha)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan akan kembali memanggil Duta Besar Amerika Serikat Joseph Donovan untuk meminta penjelasan terkait keputusan Presiden Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

"Secepatnya, kalau bisa sore ini ketemu (Donovan). Sedang dijadwalkan," kata Retno di sela gelaran Bali Democracy Forum yang dipindahkan ke Serpong, Banten, Kamis (7/12).

Hingga menjelang pidato Trump mengumumkan keputusan itu, kata Retno, Indonesia masih terus meminta AS berpikir kembali. Dia juga mengatakan telah berkomunikasi dengan Menlu Rex Tillerson untuk menegaskan sikap Indonesia terkait langkah Gedung Putih.

Kepada Rex, dia juga menyampaikan bahwa Indonesia menganggap keputusan ini dapat merusak proses perdamaian antara Israel dan Palestina serta perdamaian di Timur Tengah.

Retno juga mengatakan langkah AS mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel tidak sejalan dengan resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang ada.

"Saya juga menanyakan kepada Rex apakah ada kemungkinan lain selain keputusan ini, mengingat keputusan AS tersebut adalah sebuah langkah yang tidak bisa diterima dunia internasional," kata Retno.
Sementara itu, Retno mengatakan Indonesia melalui perwakilan tetapnya untuk PBB di New York terus mempererat komunikasi dengan anggota DK PBB guna merespons keputusan Trump ini.

"Selain OKI, kami juga terus berkomunikasi dengan organisasi Gerakan Non-Blok termasuk Sekretaris Jenderal PBB. Jadi kami gunakan apapun yang bisa Indonesia lakukan untuk sampaikan message (pesan) yang jelas terkait hal ini," tutur Retno.

Dalam pernyataan pers yang dikirim Kedutaannya di Jakarta, Dubes AS menyatakan bahwa keputusan Presiden Trump diambil setelah berkonsultasi dengan sejumlah negara, termasuk Indonesia. 

"Kami telah berkonsultasi dengan para teman, mitra, dan sekutu kami, termasuk Indonesia, sebelum Presiden Trump mengeluarkan keputusannya," kata Dubes Donovan dalam pernyataan yang juga diposting di situs resmi kedutaan AS di Jakarta, Kamis (7/12).

[Gambas:Video CNN]

Dia menegaskan bahwa Amerika Serikat tetap berkomitmen untuk mencapai kesepakatan damai yang langgeng antara rakyat Palestina dan Israel. Termasuk mendukung solusi dua negara, bila disetujui oleh kedua belah pihak.

Selain mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, Presiden Trump juga menegaskan kembali secara publik bahwa Amerika Serikat mendukung status quo situs suci Bukit Kuil atau Haram al-Sharif. Seperti yang diungkapkan oleh Presiden Trump dalam pengumumannya, “Yerusalem kini, dan harus terus menjadi, tempat dimana warga Yahudi berdoa di Tembok Barat, umat Kristiani melintasi Jalan Salib, dan umat Muslim beribadah di Masjid Al-Aqsa.”

(aal)