"Ada berita bahwa Dubes AS sudah konsultasi dengan Indonesia. Saya tegaskan konsultasi ini maksudnya apa. Iya, memang kami bertemu karena saya yang memanggil untuk menyampaikan posisi RI terkait situasi ini," kata Retno di sela pertemuan bilateral dalam Bali Democracy Forum di Serpong, Banten, Kamis (7/12).
Klarifikasi itu diungkapkan Retno menyusul pernyataan Donovan melalui situs resmi Kedubes AS yang mengatakan bahwa Washington telah berkonsultasi dengan sejumlah negara mitra, termasuk Indonesia, sebelum mengumumkan secara resmi keputusan untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak lama sebelum Trump mengumumkan keputusan kontroversial itu, Retno mengatakan telah berkomunikasi dengan Menlu AS Rex Tillerson untuk untuk tujuan yang sama.
"Saya juga menanyakan kepada Rex apakah ada kemungkinan lain selain keputusan ini, mengingat keputusan AS tersebut adalah sebuah langkah yang tidak bisa diterima dunia internasional," kata Retno.
Masyarakat internasional tidak mengakui klaim pemerintah zionis atas kota yang diperebutkan karena alasan historis dan religius ini. Walau demikian, warga Israel sejak awal tetap menganggap Yerusalem sebagai ibu kota abadinya.
(aal)