Pemenang Nobel Minta Senjata Nuklir Dimusnahkan

CNN Internasional, CNN Indonesia | Senin, 11/12/2017 06:50 WIB
Pemenang Nobel Minta Senjata Nuklir Dimusnahkan Ilustrasi. Para pemenang Nobel meminta senjata nuklir dihapuskan dari dunia. (REUTERS/Thomas Peter)
Jakarta, CNN Indonesia -- Para pemenang Nobel Perdamaian 2017 meminta setiap negara untuk memusnahkan senjata nuklir masing-masing atau siap-siap menghadapi risiko kehancuran bersama karena alat yang mereka sebut "instrumen kegilaan" itu.

Peringatan keras itu dilontarkan pada Minggu (10/12) saat mereka berkumpul di Oslo, Norwegia, untuk menghadiri Kampanye Internasional Penghapusan Senjata Nuklir (ICAN).

"Dengarkan peringatan kami dan ketahuilah tindakan Anda berarti. Anda semua adalah bagian penting dari sistem kekerasan yang mengancam umat manusia," kata Setsuko Thurlow, penyintas serangan bom atom Amerika Serikat di Hiroshima sekaligus pegiat ICAN.


Komisi Nobel Norwegia memilih kelompok tersebut sebagai pemenang anugerah perdamaian tahun ini karena perannya di balik Perjanjian Perserikatan Bansga-Bangsa soal Pelarangan Senjata Nuklir. Perjanjian itu diadopsi pada 7 Juli dengan dukungan 122 negara.

Thurlow dan Direktur Eksekutif ICAN Beatrice Fihn meminta negara-negara bersenjata nuklir di dunia untuk melarang dan memusnahkan alat mematikan tersebut.

Perjanjian PBB melarang sejumlah aktivitas nuklir, termasuk mengembangkan, menguji coba, memproduksi, membuat dalam skala besar, mendapatkan, memiliki atau menyimpan senjata nuklir.
Thurlow mengatakan dia menyaksikan teman-teman sekolahnya "kehilangan bagian tubuh" saat dia masih berusia 13 tahun pada 1945 silam. Bom atom yang dijatuhkan AS di Hiroshima juga membuatnya mesti menyaksikan pemandangan mengerikan seperti "daging dan kulit bergantung pada tulang."

Kebanyakan teman sekolahnya tidak selamat. Keponakannya yang berusia empat tahun juga meninggal dunia setelah "berubah menjadi daging meleleh yang tak dikenali."
Ilustrasi senjata nuklir.Ilustrasi senjata nuklir Korea Utara (REUTERS/KCNA)
"Dia terus meminta air dengan suara yang sama hingga akhirnya kematian membebasakannya dari penderitaan," kata Thurlow.

Dia mengatakan nasib keponakannya itu mengingatkannya akan seluruh anak-anak di dunia yang saat ini terancam oleh senjata nuklir.
"Kita tidak boleh mentolerir kegilaan ini lebih lama lagi," ujarnya.

Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Rusia dan China--lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB yang masing-masing memiliki senjata nuklir--tidak berpartisipasi dalam negosiasi perjanjian nuklir.

Korea Utara, yang telah melaksanakan enam uji coba nuklir, juga tidak ikut serta. Negara tersebut belakangan kerap perang kata-kata dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump karena program nuklirnya. Fihn mengatakan "kehancuran bersama tinggal menunggu satu tantrum impulsif."

"Kita telah menghindari perang nuklir--bukan melalui kepemimpinan yang baik, tapi melalui keberuntungan. Dan cepat atau lambat, jika kita tidak bertindak, keberuntungan kita akan berakhir," kata Fihn dikutip CNN.

(aal)