Penentangan terhadap Israel dan dukungan untuk Palestina menjadi kebijakan utama Iran sejak revolusi Islam 1979. Para pemimpin negara tersebut pekan lalu langsung menolak kebijakan Trump, termasuk rencana pemindahan Kedutaan Besar AS ke kota yang dipermasalahkan.
Warga Palestina menginginkan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya jika mendapatkan kemerdekaan penuh kelak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iran telah lama mendukung sejumlah kelompok bersenjata anti-Israel, termasuk sayap militer Hizbullah yang berada di Libanon. Wakil Komandan Garda Revolusi Brigadir Jenderal Hossein Salami menyebut organisasi itu "lebih kuat dari rezim Zionis."
Senada, Qassem Soleimani, kepala sayap Garda yang memimpin operasi di luar perbatasan Iran, bersumpah negaranya memberi "dukungan penuh untuk resistensi Islamis Palestina" setelah berbicara melalui telepon dengan para komandan brigade Jihad Islamis dan brigade Izz al-Deen Qassam, sayap militer Hamas.
(aal)