Jones menjadi politikus Demokrat pertama dari Alabama yang terpilih masuk Senat dalam seperempat abad, setelah menang melawan kandidat Republik Roy Moore yang terjegal masalah perbuatan tak senonoh. Kemenangannya membuat partai Trump kehilangan mayoritas dengan perbandingan 51-49.
Pemilu Kongres menjadi perhatian nasional dan memecah suara Partai Republik setelah sejumlah perempuan mengaku didekati Moore ketika mereka masih remaja dan dia berusia 30 tahunan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Moore, konservatif kristen 70 tahun yang dua kali dicopot Mahkamah Agung di Alabama karena melanggar hukum federal, menampik tudingan perbutan tak senonoh dan mengaku tidak mengenal para perempuan yang melaporkannya. Reuters belum bisa memverifikasi dugaan tersebut secara independen.
Pemimpin Republik di Senat, Mitch McConel, sempat meminta Moore mundur dari pencalonan, dan pejabat Senat lainnya menyiratkan dia akan dipecat jika kembali dipilih.
"Roye Moore akan memilih bersama kita. Pilih Roy Moore!" kata Trump melalui Twitter, sembari mengkritik Jones yang dia anggap calon "boneka" kepemimpinan Demokrat di Kongres.
Walau demikian, hasil hitung cepat menunjukkan Trump tak menjadi faktor yang menentukan pilihan sekitar separuh warga Alabama. Sebanyak 29 persen menyatakan memilih untuk menunjukkan dukungan bagi Trump dan 20 persen menyatakan menyampaikan suara untuk menentangnya.
Di Gadsden, Alabama, seorang pensiunan petugas perpustakaan sekaligus pendukung Partai Republik seumur hidup menyatakan memilih Jones dalam pemilu. "Simpel saja," ujar Louis Loveman (73). "Saya tidak percaya Roy Moore."
Lihat juga:Hakim Federal AS Tunda Deportasi 51 WNI |
(aal)