"Melihat uji coba peluru kendali terbaru Korea Utara, jelas ini bukan waktunya" untuk berunding, kata seorang pejabat Gedung Putih yang dikutip secara anonim oleh Reuters, Kamis (14/12).
Tillerson mengatakan Amerika Serikat "siap berunding kapanpun Korea Utara ingin berunding," bertentangan dengan tuntutan utama Amerika Serikat yang mengharuskan Pyongyang untuk menghentikan program rudal dan nuklirnya jika ingin bernegosiasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sehari setelah Tillerson mengungkapkan tawaran itu di think tank Atlantic Council Washington, pejabat Gedung Putih yang enggan disebutkan namanya itu menjelaskan formula yang lebih ketat untuk upaya diplomatik apapun dengan Korea Utara.
"Pemerintah satu suara berkeras bahwa negosiasi apapun dengan Korea Utara mesti menunggu hingga rezim itu memperbaiki prilakunya," kata pejabat tersebut. "Seperti yang dikatakan Menlu sendiri, ini mesti termasuk, tapi tidak terbatas pada, penghentian uji coba rudal dan nuklir."
Lihat juga:Jepang Tak Setuju Menlu AS Ajak Korut Dialog |
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Heather Nauert secara terpisah mengatakan mesti ada penghentian uji coba rudal dan nuklir Korea Utara hingga waktu yang tidak ditentukan sebelum perundingan apapun bisa dimulai.
"Dan kita jelas belum melihat hal itu sekarang," ujarnya kepada wartawan, berkeras Tillerson tidak menunjukkan kebijakan baru dan "selaras" dengan Gedung Putih.
(aal)