Fasilitas Intelijen Kabul Diserang, ISIS Klaim Tanggung Jawab

Rinaldy Sofwan, CNN Indonesia | Senin, 18/12/2017 17:24 WIB
Fasilitas Intelijen Kabul Diserang, ISIS Klaim Tanggung Jawab Ilustrasi ISIS. (CNN Indonesia/Laudy Gracivia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Dalam Negeri Afghanistan menyatakan sekelompok orang bersenjata menyerang pusat pelatihan intelijen di Kabul pada Senin (18/12), memicu pertempuran hebat dengan polisi. Sementara itu, kelompok teror ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan.

"Sekitar 10:10, sekelompok orang bersenjata memasuki bangunan yang sedang dibangun di pusat pelatihan NDS (Direktorat Keamanan Nasional) di area Afshar," kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri, Najib Danish, kepada AFP.

"Pertempuran masih berlangsung dan kami juga telah meluncurkan operasi kami sendiri."


ISIS melontarkan klaimnya melalui media propaganda andalan mereka, Amaq. "Dua anggota ISIS menyerang pusat intelijen Afghanistan di Kabul," kata kelompok teror itu.

Hingga berita ini diturunkan, masih belum ada laporan terkait korban.

Nasrat Rahim, wakil juru bicara Kementerian Dalam Negeri, mengatakan suara tembakan senjata besar dan kecil dari pertempuran tersebut bisa terdengar. 
Jalanan menuju ke area tersebut ditutup dan puluhan petugas polisi serta intelijen memblokade akses publik.

Ibu kota Afghanistan adalah salah satu tempat paling mematikan bagi warga sipil di negara yang dilanda perang ini dalam beberapa bulan terakhir. Alasannya, Taliban dan ISIS sama-sama meningkatkan serangannya.

Keamanan di Kabul ditingkatkan sejak 31 Mei, ketika bom truk yang sangat besar meledak di kawasan kantor diplomatik di kota tersebut, menewaskan sekitar 150 orang dan melukai 400 lainnya. Kebanyakan korban adalah warga sipil.
Belum ada kelompok yang secara resmi bertanggung jawab atas serangan itu. Namun, pemerintah menuding Jaringan Haqqani yang berkaitan dengan Taliban adalah otaknya.

(aal)