Baku Tembak di Kashmir, Tiga Tentara India Tewas

AFP, CNN Indonesia | Minggu, 24/12/2017 02:45 WIB
Baku Tembak di Kashmir, Tiga Tentara India Tewas Polisi India di Kashmir dalam suatu insiden pada tahun 2016 lalu. (Reuters/Danish Ismail)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sedikitnya tiga tentara India dilaporkan tewas usai baku tembak yang terjadi di sepanjang perbatasan India dan Pakistan di wilayah Kashmir pada Sabtu (23/12). Kashmir adalah wilayah yang dipersengketakan oleh India dan Pakistan.

Shesh Paul Vaid, petugas kepolisian di Negara Bagian Jammu dan Kashmir, India, mengatakan ketiga tentara itu tewas di Sektor Rajouri, Kashmir yang masuk dalam wilayah India, usai tentara Pakistan menembaki wilayah perbatasan.

"Laporan awal menyebutkan tiga tentara terbunuh saat digelarnya operasi oleh Tim Aksi Perbatasan (BAT)," kata Vaid kepada AFP.


BAT merujuk pada sebuah kelompok yang terdiri dari tentara Pakistan dan apa yang disebut India sebagai kelompok militan.

Vaid menambahkan dalam peristiwa itu juga ada petugas sipil yang tewas dan seorang tentara lainnya mengalami luka.

Wilayah Kashmir telah terbagi menjadi bagian dari India dan Pakistan sejak berakhirnya kekuasaan kolonial Inggris pada 1947. Sejak itu, kedua negara saling mengklaim Kashmir sebagai wilayah mereka.

Pakistan dan India juga kerap saling menuduh satu sama lain telah melepaskan tembakan di wilayah perbatasan di Kashmir yang disebut Garis Kontrol.

Saling tembak di wilayah itu dalam beberapa tahun terakhir telah mengakibatkan puluhan tentara dan penduduk sipil tewas.

Terkait tiga tentara India yang tewas pada Sabtu, pemerintah Pakistan belum memberikan respons.

Sementara pejabat India menuding Pakistan menjalankan operasi BAT untuk membantu kelompok militan anti India menyusup melintasi perbatasan guna menyerang tentara India.

Soal itu, Islamabad membantahnya. Pemerintah Pakistan mengatakan hanya memberikan dukungan diplomatik kepada masyarakat Kashmir untuk menentukan nasib mereka sendiri.

Kelompok separatis Kashmir telah memberontak sejak 1989 yang membuat pemerintah India menempatkan hampir setengah juta tentaranya di wilayah itu.

Para pemberontak ingin Kashmir sepenuhnya merdeka atau bergabung dengan Pakistan. Tahun ini menjadi masa yang paling berdarah di wilayah Kashmir setelah militer India melancarkan operasi skala besar dan membunuh setidaknya 210 orang yang dituduh pemberontak.

Mayoritas yang terbunuh adalah warga atau penduduk lokal.

Konflik di Kashmir tahun ini dipicu oleh terbunuhnya pemimpin muda dari pihak pemberontak yang populer, pada Juli tahun lalu.

Berdasarkan laporan resmi pemerintah India dan kelompok pemantau hak asasi manusia, konflik itu menewaskan 78 tentara India dan 57 penduduk sipil. (wis)