Shesh Paul Vaid, petugas kepolisian di Negara Bagian Jammu dan Kashmir, India, mengatakan ketiga tentara itu tewas di Sektor Rajouri, Kashmir yang masuk dalam wilayah India, usai tentara Pakistan menembaki wilayah perbatasan.
"Laporan awal menyebutkan tiga tentara terbunuh saat digelarnya operasi oleh Tim Aksi Perbatasan (BAT)," kata Vaid kepada AFP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wilayah Kashmir telah terbagi menjadi bagian dari India dan Pakistan sejak berakhirnya kekuasaan kolonial Inggris pada 1947. Sejak itu, kedua negara saling mengklaim Kashmir sebagai wilayah mereka.
Pakistan dan India juga kerap saling menuduh satu sama lain telah melepaskan tembakan di wilayah perbatasan di Kashmir yang disebut Garis Kontrol.
Saling tembak di wilayah itu dalam beberapa tahun terakhir telah mengakibatkan puluhan tentara dan penduduk sipil tewas.
Sementara pejabat India menuding Pakistan menjalankan operasi BAT untuk membantu kelompok militan anti India menyusup melintasi perbatasan guna menyerang tentara India.
Soal itu, Islamabad membantahnya. Pemerintah Pakistan mengatakan hanya memberikan dukungan diplomatik kepada masyarakat Kashmir untuk menentukan nasib mereka sendiri.
Kelompok separatis Kashmir telah memberontak sejak 1989 yang membuat pemerintah India menempatkan hampir setengah juta tentaranya di wilayah itu.
Para pemberontak ingin Kashmir sepenuhnya merdeka atau bergabung dengan Pakistan. Tahun ini menjadi masa yang paling berdarah di wilayah Kashmir setelah militer India melancarkan operasi skala besar dan membunuh setidaknya 210 orang yang dituduh pemberontak.
Mayoritas yang terbunuh adalah warga atau penduduk lokal.
Berdasarkan laporan resmi pemerintah India dan kelompok pemantau hak asasi manusia, konflik itu menewaskan 78 tentara India dan 57 penduduk sipil. (wis)