Soal Warga Sipil Yaman, Koalisi Saudi Sebut PBB Bias

Natalia Santi, CNN Indonesia | Jumat, 29/12/2017 11:07 WIB
Soal Warga Sipil Yaman, Koalisi Saudi Sebut PBB Bias Koalisi Arab Saudi mengecam pernyataan Koordinator Kemanusiaan PBB soal situasi warga sipil di Yaman. (REUTERS/Khaled Abdullah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Koalisi pimpinan Arab Saudi yang menggempur pemberontak Houthi di Yaman mengecam pernyataan Koordinator Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) Jamie McGoldrick, Kamis (28/12). McGoldrick menyatakan serangan koalisi Arab Saudi di Yaman menewaskan 109 warga sipil, termasuk 54 di pasar yang padat pengunjung, 14 anggota keluarga di sebuah peternakan.

Juru bicara koalisi Saudi menyebut pernyataan McGoldrick soal milisi Houthi bias. "Dia tampaknya bias pada milisi Houthi yang didukung Iran, dengan sengaja menyebut mereka 'otoritas de  facto' berlawanan dengan resolusi Dewan Keamanan dan pernyataan PBB," kata juru bicara koalisi Saudi seperti dilansir kantor berita Saudi Press Agency, Jumat (29/12).

Menurut kabar yang juga dilansir situs berita Uni Emirat Arab, WAM, pernyataan McGoldrick melegitimasi kudeta yang dilakukan milisi Houthi di Yaman. Koordinator Kemanusiaan PBB di Yaman itu juga dituding menyebarkan berita menyesatkan untuk membentuk opini publik dengan mengutip media loyalis Houthi.


Koalisi Saudi menyesalkan bahwa McGoldrick tidak menggunakan akses komunikasi  yang terbuka untuk memastikan dan memverfikasi informasi sebelum memberikan pernyataan.

"Koordinator telah mengabaikan bahwa milisi Houthi melakukan kejahatan dan pelanggaran terhadap rakyat Yaman, pembunuhan, penculikan dan penangkapan termasuk mantan Presiden Yaman dan ratusan anggota Partai Kongres, perempuan dan anak-anak, juga warga sipil," kata juru bicara yang tidak disebut namanya, merujuk pada tewasnya mantan Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh, yang dibunuh milisi Houthi awal Desember lalu.

[Gambas:Video CNN]

Pernyataan McGoldrick, menurut juru bicara koalisi Saudi, menciptakan ketidakpastian soal informasi dan data PBB, merongrong kredibilitasnya. "Kesalahan informasi telah disorot pasukan koalisi dalam pernyataan sebelumnya, yang terakhir dalam laporan Wakil Khusus Sekjen PBB soal Anak-anak dan Konflik bersenjata," kata juru bicara koalisi Saudi seperti dilansir WAM.

Sambil menyesalkan sikap sikap bias PBB, juru bicara koalisi Saudi menekankan perlunya PBB untuk mempertimbangkan kembali mekanisme kemanusiaan dan efisiensi stafnya yang bekerja di Yaman. Juga memantau kinerja mereka.



Koalisi Saudi juga meminta PBB untuk melaksanakan proposal Utusan PBB Ismail Ould Sheikh Ahmed soal Pelabuhan Hudaidah, yang ditolak milisi Houthi namun disetujui pemerintahan yang sah, yakni Presiden Abb Rabbuh Mansur Hadi.

Juru bicara juga menekankan komitmen pasukan koalisi Saudi utuk menerapkan ketentuan hukum humaniter internasional, terutama soal perlindungan warga sipil, serta keinginan mereka untuk meningkatkan situasi kemanusiaan di Yaman, menghilangkan penderitaan warga sipil di Yaman akibat aksi milisi Houthi yang didukung Iran.





(nat)