Khamenei Sebut Demonstrasi di Iran Akibat Provokasi Musuh

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Selasa, 02/01/2018 19:17 WIB
Khamenei Sebut Demonstrasi di Iran Akibat Provokasi Musuh Ayatollah Ali Khamenei menuding musuh-musuh negaranya memprovokasi para demonstran yang menggelar aksi sejak Kamis pekan lalu hingga kerusuhan pecah. (Reuters/leader.ir)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menuding musuh-musuh negaranya memprovokasi para demonstran yang menggelar aksi sejak Kamis pekan lalu hingga kerusuhan pecah.

Khamenei bahkan menuduh musuh-musuh Teheran telah menggunakan politik uang hingga intelijen guna menyetir massa hingga dapat memicu demonstrasi di Iran yang sejauh ini telah menewaskan belasan orang.

"Dalam beberapa hari terakhir, musuh-musuh Iran menggunakan alat yang berbeda-beda termasuk uang, senjata, politik, dan intelijen untuk membuat masalah bagi Iran," ucap Khamenei melalui pernyataan dalam situs resminya, Selasa (2/1).
Dilansir Reuters, Khamenei tidak berbicara banyak menanggapi demonstrasi besar-besaran yang tengah berlangsung dalam unggahannya tersebut. Dia juga tidak menyebut pihak musuh-musuh yang dimaksud.


Namun, Khamenei berjanji akan membuka suara untuk menanggapi situasi terkini di negaranya itu "pada waktu yang tepat."

Kericuhan bermula saat ribuan warga Iran turun ke jalan di beberapa kota seperti Teheran, Kermansyah, Sari, dan Rasht, sejak beberapa hari terakhir guna memprotes kenaikan harga barang serta dugaan korupsi yang meluas di negara itu.
Para pengunjuk rasa juga mengungkapkan kekhawatirannya terkait keterlibatan Iran dalam konflik di Timur Tengah, seperti di Suriah dan Irak.

Para demonstran pun menuntut Khamenei yang telah menjabat sejak 1989 untuk lengser.

Demonstrasi ini disebut-sebut sebagai gerakan anti-pemerintah terbesar sejak Revolusi Hijau pada 2009 lalu.

[Gambas:Video CNN]

Setidaknya 13 demonstran dan satu petugas kepolisian tewas, sementara 450 orang lainnya ditahan selama unjuk rasa berlangsung.

Presiden Hassan Rouhani telah mengimbau warga untuk tenang. Dia juga mengatakan warga Iran berhak mengkritik pemerintah, tapi tetap mengingatkan bahwa pelaku kerusuhan harus ditindak secara tegas. (has)