Israel Minta Pengungsi Afrika Angkat Kaki Jika Tak Mau Dibui

Hanna Azarya Samosir, CNN Indonesia | Rabu, 03/01/2018 21:05 WIB
Israel Minta Pengungsi Afrika Angkat Kaki Jika Tak Mau Dibui (Ilustrasi) Pemerintah Israel memerintahkan pengungsi asal Afrika untuk angkat kaki dari negaranya dalam waktu tiga bulan. (Reuters/Antonio Parrinello)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Israel memerintahkan pengungsi asal Afrika untuk angkat kaki dari negaranya dalam waktu tiga bulan. Jika tidak, mereka akan dijebloskan ke penjara.

Badan Imigrasi dan Populasi Israel melalui pernyataan resminya memerintahkan semua pengungsi dari Sudan dan Eritrea untuk kembali ke kampung halaman atau negara ketiga, yaitu Rwanda atau Uganda.

Pemerintah Israel akan memberikan uang senilai US$3.500 atau setara Rp47 juta, juga biaya penerbangan, bagi pengungsi Afrika yang mau hengkang sebelum Maret berakhir.
Namun, badan imigrasi Israel memastikan bahwa perintah ini tidak berlaku bagi manusia lanjut usia dan korban penyelundupan orang.


Kelompok pemerhati hak asasi manusia, Hotline for Migrant, mengecam langkah Israel ini. Menurut mereka, perintah ini membuat nyawa para pengungsi terancam.

Merujuk pada data Badan Imigrasi dan Populasi Israel, ada sekitar 27.500 pencari suaka dari Eritrea di negara tersebut. Sementara itu, 7.900 pengungsi dari Sudan dan 2.600 warga dari sejumlah negara Afrika lain juga memadati Israel.
Kebanyakan dari mereka menyeberang dari negara asal melalui Mesir untuk mencari hidup yang lebih sejahtera di Israel. Namun belakangan, Israel membangun tembok di sepanjang perbatasan tersebut.

Sebagaimana dilansir The Independent, sekitar 3.800 di antara pengungsi itu kabur dari kampung halamannya untuk menghindari konflik dan persekusi.

Namun, Israel menyebut para pengungsi itu sebagai penyelundup yang sebagian besar pergi dari negara asalnya karena alasan ekonomi.

[Gambas:Youtube]

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, bahkan pernah menegaskan bahwa para pengungsi itu bukan pencari suaka dari Rwanda dan Ugana.

"Kami akan mengembalikan Tel Aviv kepada warga negara Israel. Mereka bukan pengungsi, tapi penyelundup yang mencari kerja," ucap Netanyahu. (has/has)