Pertama Kali, Anak-anak Saudi Tonton Film Animasi di Bioskop

Natalia Santi, CNN Indonesia | Selasa, 16/01/2018 06:39 WIB
Pertama Kali, Anak-anak Saudi Tonton Film Animasi di Bioskop Pekan lalu untuk pertama kali anak-anak Arab Saudi menonton film animasi di bioskop setelah larangan yang telah berlaku selama 35 tahun dicabut Desember lalu. (Thinkstock/Scaliger)
Jakarta, CNN Indonesia -- Akhirnya anak-anak Arab Saudi menonton film animasi anak-anak berdurasi panjang di bioskop, setelah larangan menonton di bioskop yang telah berlaku selama 35 tahun dicabut Desember lalu.

Film animasi pertama yang mereka tonton di sebuah bioskop sementara adalah "The Emoji Movie". Adapun bioskop permanen pertama baru akan dibuka paling cepat Maret mendatang.

Seusai menonton "The Emoji Movie" dengan istri dan anak-anaknya, Minggu (14/1) sore, Sultan al-Otaibi, 28 tahun mengaku sangat senang bisa menonton di bioskop ketimbang hanya tinggal di rumah.


"Ini lebih nyaman, lebih menyenangkan melihat pemandangan dan aktivitas lain di akhir pekan. Langkah yang sangat terlambat, tapi alhamdullilah sekarang terjadi," kata Al-Otaibi seperti dilansir Reuters.

[Gambas:Video CNN]

Pemerintah mensponsori sebuah aula sebuah balai kota di tepi Laut Merah di Jeddah , Arab Saudi sebagai bioskop sementara. Balaikota itu dilengkapi dengan proyektor, karpet merah dan mesin pembuat popcorn.

"Hingga kini, tidak ada infrastruktur gedung film, jadi kami membangun alternatif yang menyamai bentuk bioskop," kata Mamdouh Salim, pengelola Cinema 70 yang menggelar pemutaran film selama sepekan.

"Kami berusaha menggunakan film-film ini sebagai titik awal pemutaran film pertama sejak keputusan untuk mengizinkan bioskop pada 11 Desember," kata Salim.

Selama ini ribuan warga Arab Saudi harus pergi ke Bahrain, Uni Emirat Arab atau negara-negara lain untuk mencari hiburan. Pemerintah Arab Saudi kini berusaha agar warga menghabiskan dana liburannya di dalam negeri.

Pemerintah berencana membuka 300 bioskop dengan 2.000 layar hingga 2030. Industri itu diharapkan bisa memberikan pendapatan 900 miliar riyal dan menciptakan 30 ribu lapangan kerja permanen.

Jaringan bioskop regional dan internasional mulai membidik pasar Arab Saudi. Terutama anak-anak muda yang mencakup 70 persen dari populasi.

"Saya ingin melihat semuanya karena ini adalah hal yang baru bagi Saudi," kata salah seorang penonton Ibtisam Abu Talib. "Saya harap semuanya tersedia, film aksi, romansa, film anak-anak, komedi. Semuanya. Insya Allah."

Arab Saudi melarang bioskop sejak awal tahun 1980-an. Kalangan konservatif melarang hiburan publik dan tempat-tempat berkumpulnya pria dan wanita.

Namun, semuanya berubah sejak Pangeran Mohammed bin Salman, 32 tahun, Putra Mahkota Arab Saudi mencabut banyak larangan. Pemerintah Arab Saudi berusaha menghilangkan ketergantungan kepada minyak dan memperluas ekonomi.

Meski Arab Saudi telah mencabut larangan menonton di bioskop, film-film tetap akan melalui sensor untuk memastikan agar tetap sejalan dengan nilai-nilai dan budaya Arab Saudi.

(nat)