Perusahaan Taksi Online di Saudi Akan Rekrut Sopir Perempuan

Hanna Azarya Samosir, CNN Indonesia | Kamis, 11/01/2018 16:45 WIB
Perusahaan Taksi Online di Saudi Akan Rekrut Sopir Perempuan Ilustrasi. Dua perusahaan layanan taksi online di Arab Saudi, Uber dan Careem, akan merekrut sopir perempuan. (Reuters/Sergio Perez)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dua perusahaan layanan taksi online di Arab Saudi, Uber dan Careem, akan merekrut sopir perempuan, setelah pemerintah setempat mengumumkan rencana pencabutan larangan menyetir bagi wanita pada Juni 2018.

Rencana ini disambut baik oleh para perempuan Saudi. Tak lama setelah pengumuman, ribuan perempuan langsung mendaftar

Keputusan ini bukan tanpa persiapan. Sejak pemerintah mengumumkan agenda tersebut, Careem langsung mengadakan sesi pelatihan bagi para perempuan yang sebelumnya sudah memiliki izin menyetir di luar negeri.
Dipimpin oleh sejumlah karyawati Careem, sesi berdurasi 90 menit itu dihadiri oleh pejabat hukum Saudi, pihak teknisi, juga tim yang akan mengajarkan calon sopir mengenai aplikasi taksi daring tersebut.


"Dari awal, kami ini menyambut para perempuan untuk bekerja baik dengan platform kami," ujar salah satu pendiri Careeem, Abdullah Elyas, kepada CNN.

Hingga kini, Careem sudah menerima ribuan aplikasi pendaftaran dari perempuan Saudi yang ingin menjadi sopir. Careem pun menargetkan dapat menjaring 10 ribu "kapten perempuan" pada Juni 2018.

"Kapten perempuan akan membantu kami menyediakan layanan yang lebih baik bagi banyak wanita yang ingin bepergian, tapi tak ingin sopirnya laki-laki," ujar Elyas.

[Gambas:Video CNN]

Selama ini, memang banyak perempuan Saudi enggan menggunakan layanan taksi online karena menumpangi mobil lelaki dilarang dalam kebudayaan setempat.

Sementara itu, Uber menggunakan cara unik untuk menerima pendaftaran sopir perempuan. Mereka akan membuka fasilitas "one-stop-shop" bernama Green Light Hubs di sejumlah titik.

"Kami akan bermitra dengan sejumlah pemangku kepentingan untuk memfasilitasi dokumen keterangan kerja, akses pelatihan, dan akses kendaraan, termasuk akses untuk kelas mengemudi yang dijalankan oleh pihak ketiga," ucap manajer Uber di Saudi, Zeid Hreish.

Di samping itu, Uber juga akan menghelat sesi dengar pendapat bagi perempuan di Riyadh. Dalam sesi itu, Uber akan berdiskusi dengan para peserta untuk "membentuk prioritas perusahaan dan rencana bagi perempuan di Saudi."

[Gambas:Video CNN]

Uber dan Careem memang dianggap harus sangat berhati-hati dalam mengatur langkah di Saudi, negara yang sangat konservatif.

Kedua perusahaan itu pun mengaku sudah sangat berhati-hati. Mereka bahkan menyusun sejumlah aturan khusus di Saudi, seperti tombol pilihan sopir perempuan hanya dapat digunakan oleh pelanggan wanita.

Pilihan tersebut akan dilengkapi dengan fitur penyamaran nomor telepon agar nomor kontak sopir dan pelanggan tak terekam setelah perjalanan berakhir.
Kemantapan persiapan perusahaan ini pun membuat calon sopir perempuan sangat optimistis, salah satunya Amani Alawwami.

"Aplikasi berbagi kendaraan ini sangat membantu kami. Saya ingin menolong ketika seseorang butuh bantuan untuk mengangkat sesuatu. Sangat senang bisa menjadi salah satu kapten perempuan pertama di negara saya," kata Alawwami. (has/has)