Selebaran ini meminta penduduk Swedia bersiap untuk "krisis dan bencana di masa damai, namun juga serangan lain terhadap masyarakat dan Swedia. Menurut Badan Kontengensi Sipil Swedia, langkah ini merupakan strategi terbaru untuk merespons agresi dari Rusia dan "situasi keamanan" di kawasan Baltik.
Juru bicara Badan Kontegensi Sipil kepada CNN menyebut bahwa selebaran juga memberikan tips praktis agar warga memiliki stok makanan, wair, dan selimut di rumah masing-masing.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Strategi pertahanan Swedia lainnya adalah dengan menambah jumlah tentara. Saat ini, Swedia masih kekurangan 1.000 prajurit purnawaktu. Nantinya, Swedia berharap untuk memiliki 6.000 prajurit purnawaktu, menambah jumlah 10.000 prajurit paruh waktu yang ada saat ini.
Pada Mei 2017, Menteri Pertahanan Swedia Peter Hultqvist mengatakan Rusia telah menunjukkan bahwa mereka siap menggunakan kekuatan militer untuk memenuhi tujuan-tujuan politik mereka. Untuk mengantisipasi ancaman dari Rusia, Swedia telah menaikkan anggaran pertahanan menjadi 720 juta dolar per lima tahun sejak Februari 2015. (atk/stu)