Lima Bulan Ditahan, Ulama Kenamaan Saudi Dibawa ke RS

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Jumat, 19/01/2018 00:31 WIB
Lima Bulan Ditahan, Ulama Kenamaan Saudi Dibawa ke RS Ilustrasi. (Thinkstock/Korawig)
Jakarta, CNN Indonesia -- Amnesty International menyatakan seorang ulama terkenal Arab Saudi, Sheikh Salman Al-Awda, dibawa ke rumah sakit setelah hampir lima bulan ditahan di penjara isolasi.

Kelompok pemerhati hak asasi manusia itu menyebut Awda dirawat di rumah sakit di Jedah, sebelah barat Mekkah. Amnesty itu juga menyatakan keluarga tidak diperkenankan berkomunikasi dengan Awda sejak ia ditahan.

"Kejadian Sheikh Salman al-Awda yang saat ini dirawat di rumah sakit, selain mengkhawatirkan dan traumatis bagi keluarga, kami juga menyoroti tindakan memalukan yang dilakukan aparat Saudi terhadapnya," ucap Direktur Kampanye Amnesty International di Timur Tengah, Samah Hadid, Kamis (18/1).


Awda merupakan salah satu di antara 20 orang yang ditangkap otoritas Saudi dalam penggerebekan terhadap penentang pemerintah pada awal September lalu. Selama ini dia ditahan tanpa tuduhan atau tuntutan yang jelas.

Selama penahanan, Awda dikabarkan hanya satu kali diizinkan berkomunikasi dengan keluarganya via telepon, yakni pada Oktober lalu.
Amnesty menyatakan Awda ditangkap tak lama setelah mengunggah pendapatnya di Twitter, mendukung laporan yang memuat kemungkinan rekonsiliasi antara Saudi dan Qatar.

Sejak awal Juni lalu, Saudi bersama sekutunya seperti Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Mesir, memutus hubungan diplomatik, ekonomi, dan segala akses perhubungan dengan Qatar.

Keempat negara menganggap Doha telah mendukung aktivitas terorisme dan radikalisme yang mengancam stabilitas di kawasan. Qatar menampik seluruh tudingan yang dianggap tidak berdasar itu.

Menurut keluarga, Awda dan sejumlah tokoh terkemuka lainnya diminta Saudi mendukung kebijakan pemerintahnya itu, namun dia menolak.
Selain Awda, seorang aktivis Saudi mengatakan bahwa saudara laki-laki Awda juga ikut ditahan karena meyingkap penangkapan ulama tersebut kepada publik.

Lebih lanjut, Amnesty menekankan bahwa otoritas Saudi harus memastikan hak-hak Awda tetap terjamin, termasuk mendapat perawatan medis yang diperlukan sampai benar-benar pulih.

"Pihak berwenang harus memastikan bahwa Awda menerima seluruh perawatan medis yang diperlukan, bahwa dia juga harus diizinkan berkomunikasi dengan keluarga dan pengacraanya, dan terutama bahwa dia harus dibebaskan dari penahanan," kata Hadid.

(aal)