Clinton Pilih Tak Pecat Penasehatnya terkait Isu Pelecehan

CNN, CNN Indonesia | Sabtu, 27/01/2018 14:40 WIB
Clinton Pilih Tak Pecat Penasehatnya terkait Isu Pelecehan Hillary Clinton disebut tetap mempekerjakan penasehatnya pada kampanye tahun 2008 meski dituding melakukan pelecehan seksual. (Reuters/Joshua Roberts)
Jakarta, CNN Indonesia -- Hillary Clinton memutuskan untuk tidak memecat seorang penasehatnya pada kampanye tahun 2008 yang dituduh melakukan pelecehan seksual. Keputusan ini disebut berlawanan dengan rekomendasi manajer kampanyenya.

Seorang sumber mengatakan staf perempuan kampanye Clinton menuduh penasehat Clinton, Burns Strider, melakukan pelecehan dengan menyentuh, mencium kening dan mengirimkan email berisi rayuan terhadapnya.

Setelah mendengar pengaduan itu, manajer kampanye Clinton, Patti Solis Doyle dan seorang ajudan senior lain menyarankan agar Clinton memecat Strider. Namun Clinton tak mengindahkan rekomendasi itu dan tetap mempekerjakan Strider.
"Patti ingin mengeluarkannya, namun ia [Clinton] menolak," kata sumber tersebut kepada CNN, Jumat (26/1).


Sumber CNN yang lain mengatakan bahwa Clinton dengan jelas mengatakan "kita harus mengeksplorasi pilihan lain" selain memecat Strider.

Sementara itu, perempuan korban pelecehan itu kemudian pindah dari kantor tempatnya bekerja bersama Strider. Strider sendiri lalu diberi sanksi dengan pengurangan gaji selama beberapa minggu, jabatannya diubah, dan diharuskan mengikuti terapi pelecehan seksual.
Strider dan Doyle tidak merespons permintaan konfirmasi dari CNN.

Strider mulai dekat dengan Clinton sejak kampanye Clinton sebagai calon presiden Amerika Serikat pada 2008. Setelah itu, ia ditugaskan untuk memimpin Correct the Record, kelompok independen pembela Clinton menuju pemilu presiden pada 2016.

Namun Strider akhirnya dipecat dari organisasi tersebut setelah banyak tudingan secara langsung mau pun lewat email dari staf perempuan yang mengaku dilecehkan oleh Strider.

(stu)