"Saya akan membahas keterlibatan dan kehadiran militer Iran di Suriah yang selama ini kami tentang dan lawan," ucap Netanyahu sebelum beranjak ke Moskow, Senin (29/1).
"Kami juga akan membahas supaya Iran mengubah Libanon menjadi satu lokasi rudal raksasa, sebuah situs untuk rudal presisi yang dibangun untuk melawan Israel, yang tidak dapat kami toleransi," lanjutnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rusia merupakan sekutu Iran dalam konflik Suriah. Keduanya mendukung pemerintahan Suriah di bawah kepemimpinan Presiden Bashar Al-Assad.
Kedekatan Moskow dengan Teheran diharapkan mampu menekan musuh bebuyutan Arab Saudi itu untuk mengurangi ambisi militernya di kawasan.
Secara terpisah, militer Israel juga telah mengeluarkan serangkaian peringatan kepada Hizbullah, pemberontak di Libanon, yang dituding didukung oleh Iran.
Meski selama ini Israel berupaya tak ikut campur dalam konflik Suriah, negara itu mengakui kerap meluncurkan belasan serangan udara demi menghentikan apa yang mereka anggap sebagai "serangan lanjutan dari Hizbullah."
Dilansir AFP, November lalu, Netanyahu bahkan mengisyaratkan bahwa Israel akan melakukan tindakan militer di Suriah pada waktu yang tepat untuk memastikan pasukan Iran menjauh dari negaranya.
(nat)