Dorong Perdamaian Afghanistan, RI Bangun Klinik Kesehatan

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Selasa, 30/01/2018 13:13 WIB
Dorong Perdamaian Afghanistan, RI Bangun Klinik Kesehatan Presiden Joko Widodo mengungkapkan klinik kesehatan di kompleks Indonesia Islamic Center (ICC) di Kabul, Afghanistan akan dibangun pada musim semi 2018. ( Ist/KBRI Afghanistan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo mengatakan Indonesia akan memulai membangun fasilitas kesehatan di kompleks Indonesia Islamic Center (IIC) di Kabul, Afghanistan, sebagai bentuk dukungan perdamaian di negara Asia Selatan itu pada musim semi 2018.

Pernyataan itu disampaikan Jokowi usai melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Ashraf Ghani di Istana Kepresidenan Kabul, Afghanistan, Senin (29/1).

"Klinik kesehatan di kompleks IIC akan mulai dibangun pada musim semi 2018, melengkapi Masjid As-Salam yang telah digunakan oleh masyarakat Afghanistan sejak tahun 2015," ujar Jokowi melalui keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri RI yang diterima CNNIndonesia.com


Kompleks IIC berdiri sejak 2015 lalu di daerah Ahmad Shah Baba Mina, Ibu Kota Kabul dan memiliki sebuah masjid yakni Masjid As-Salam yang mampu menampung 2.500 jemaat dari empat distrik.

Tujuan pembangunan IIC antara lain untuk meningkatkan kapasitas di bidang pendidikan, kesehatan, sekaligus menjadi pusat kebudayaan Indonesia di Afghanistan.


Jokowi mengatakan, IIC juga diharapkan dapat membantu menjembatani ketegangan antar-etnis di Afghanistan, dan melapangkan jalan menuju proses perdamaian di negara tersebut.

"Kompleks IIC ini merupakan simbol atau monumen dari persahabatan Indonesia dan Afghanistan. Lokasi tersebut diharapkan akan menjadi pusat kegiatan yang mendorong perdamaian," kata Jokowi.

Dalam pertemuannya dengan Presiden Ghani, Jokowi menekankan bahwa Indonesia berkomitmen mendorong rekonsiliasi dan perdamaian di Afghanistan melalui pembangunan kapasitas dan ekonomi.

Sebab menurutnya, tanpa kesejahteraan perdamaian tidak akan lestari dan sebaliknya, tanpa perdamaian, kesejahteraan tidak akan tercapai.
Presiden Jokowi menjadi imam dalam lawatan ke Afghanistan.Foto: Biro Pers Setpres
Presiden Jokowi menjadi imam dalam lawatan ke Afghanistan.

Untuk itu, selain menyalurkan bantuan pembangunan infrastruktur yang inklusif, Jokowi juga mengatakan Indonesia berupaya memperkuat kerja sama ekonomi dan perdagangan dengan Afghanistan.

Penguatan kerja sama ekonomi ini dilihat Jokowi dari masih rendahnya nilai perdagangan kedua negara. Padahal, ia percaya potensi kerja sama perdagangan kedua negara sangat besar.

"Saya telah meminta para menteri saya untuk mendorong business to business contact," paparnya.

Penguatan kerja sama ekonomi, tutur Jokowi, sebenarnya sudah terus diupayakan sejak beberapa tahun terakhir. Pada 2017, sebagai contoh, ratusan pengusaha Afghanistan turut hadir dalam Trade Expo Indonesia yang membuahkan nilai transaksi mencapai lebih dari USD 1,1 juta.

"Saya yakin interaksi yang lebih intensif antara pebisnis kedua negara dapat membuka berbagai peluang kerja sama," kata Jokowi.

Selain ekonomi dan infrastruktur, Jokowi juga menekankan bahwa Indonesia akan meningkatkan kerja sama pembangunan kapasitas sumber daya manusia. RI, tutur Jokowi, akan terus meningkatkan program pengembangan kapaistas bagi warga Afghanistan seperti melalui pemberdayaan perempuan, pengembangan UKM, kesehatan, penegakan hukum, dan tata kelola pemerintahan.

"Indonesia juga siap memberikan 100 beasiswa bagi pelajar Afghanistan," lanjutnya.

[Gambas:Video CNN]

(nat)