Di Hadapan Kongres, Trump Tuntut Reformasi Imigrasi

Rinaldy Sofwan, CNN Indonesia | Rabu, 31/01/2018 14:25 WIB
Di Hadapan Kongres, Trump Tuntut Reformasi Imigrasi Dalam pidato kenegaraan tahunannya, Trump mengutarakan tuntutan mengenai reformasi imigrasi kepada Kongres. (REUTERS/Win McNamee/Pool)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump memaparkan tuntutannya terkait reformasi imigrasi dalam pidato kenegaraan tahunannya di hadapan Kongres, Selasa malam (30/1).

Beberapa pekan lalu, pemerintahan AS ditutup karena Kongres tidak bisa mencapai kesepakatan terkait imigrasi, terutama soal DACA atau perlindungan bagi imigran ilegal yang tiba di Amerika Serikat saat masih anak-anak alias para dreamers.

Malam ini, Trump mengungkapkan tuntutannya di hadapan para anggota Kongres. Dia mengatakan mereka bisa menyelesaikan kebuntuan ini.


"Selama lebih dari 30 tahun, Washington telah mencoba dan gagal menyelesaikan masalah ini. Kongres ini bisa jadi yang akhirnya menyelesaikannya," kata Trump.

"Yang paling penting, keempat pilar akan membuat legislasi yang memenuhi sumpah saya hanya menandatangani undang-undang yang mengedepankan kepentingan Amerika. Jadi mari kita bersatu, kesampingkan politik, dan akhirnya selesaikan ini."
Meski menyerukan persatuan dan tampak berupaya mencari tema yang bisa mempersatukan Partai Republik dan Demokrat lewat pidatonya, Trump tetap menyinggung pandangan oposisi terkait imigrasi.

Trump sempat menawarkan akan memberikan para dreamers kesempatan untuk mendapatkan kewarganegaraan Amerika Serikat, dengan syarat pemerintahannya diberikan anggaran $25 miliar untuk membangun tembok di perbatasan dengan Meksiko.



Dalam pidato malam ini, dia mengangkat kembali isu tersebut. "Saya mengulurkan tangan terbuka untuk bekerja sama dengan anggota kedua partai--Demokrat dan Republik--untuk melindungi warga kita, dari semua latar belakang, warna, agama dan kepercayaan," kata Trump.

"Tugas saya, dan tugas keramat setiap pejabat terpilih di majelis ini, adalah untuk melindungi warga Amerika--melindungi keamanannya, keluarganya, masyarakatnya, dan hak mereka atas mimpi Amerika. Karena warga Amerika juga adalah pemimpi (because Americans are dreamers too)," kata Trump.
Trump menandatangani keputusan yang mengakhiri shutdown pada pekan lalu sehingga pemerintah bisa beroperasi dengan anggaran sementara hingga 8 Februari mendatang.

Keputusan ini diambil setelah Senat dan Dewan Perwakilan AS mengadakan pemungutan suara untuk mengakhiri penutupan pemerintahan dengan memperpanjang anggaran hingga tiga pekan.

Dewan Perwakilan menyepakati keputusan itu dengan hasil akhir 266-159, menyusul Senat yang sudah lebih dulu meloloskannya dengan suara 81-18.

(aal)