Indonesia termasuk salah satu negara yang lantang menolak keras keputusan Trump memindahkan kedutaan dari Tel Aviv ke Yerusalem, bentuk pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.
Indonesia juga menjadi salah satu negara yang mensponsori resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang mengecam keputusan itu, setelah sebelumnya resolusi serupa di Dewan Keamanan PBB berhasil digagalkan AS melalui vetonya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Hakim AS Batalkan Deportasi 50 WNI |
Menurut data Kemlu RI, bantuan pembangunan AS ke Indonesia antara lain berupa Assistant Arrangement antara USAID dengan Kementerian Keuangan senilai US$325 juta (sekitar Rp4,3 triliun) hingga 2019.
Ada juga Millenium Challenge Account Indonesia (MCAI) selama lima tahun (2013-2018) sebesar US$600 juta (sekitar Rp8 triliun).
Juru bicara Kemlu RI Arrmanatha Christiawan Nasir juga memastikan bahwa hubungan Indonesia dan Amerika Serikat tidak terpengaruh dengan posisi Indonesia yang menentang pengakuan Trump atas Yerusalem.
Dalam brifing media rutin Kamis (1/2) Arrmanatha menyebut lawatan Menteri Pertahanan AS James Mattis bar-baru ini sebagai contoh hubungan baik Indonesia-Amerika Serikat.
Adapun Trump telah menyatakan akan memangkas dana bantuan bagi pengungsi Palestina. Sekitar 70 persen bantuan bagi Badan Pengungsi Palestina UNRWA ditangguhkan Amerika Serikat. Dalam pidato kenegaraan, Trump menegaskan bahwa bantuan Amerika Serikat hanya ditujukan bagi 'teman-teman' Amerika saja.
(nat)