Senator dari Komisi Hubungan Luar Negeri dan Militer Senat AS, Tim Kaine, mengatakan keadaan ini meningkatkan kekhawatiran serius terkait keberadaan militer AS di Suriah yang masih belum jelas titik akhirnya.
"Saya sangat khawatir pemerintahan (Donald) Trump sengaja masuk ke dalam konflik lebih luas, tanpa suara Kongres atau tujuan yang jelas," kata Kaine sebagaimana dikutip Reuters, Jumat (9/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mattis menyebut serangan terhadap kelompok dukungan AS, yang juga didampingi pasukan operasi khusus Amerika, adalah hal yang "membingungkan."
"Jika kami melibatkan diri dalam konflik lebih besar, maka akan ada inisiatif dari pihak kami," kata Mattis kepada wartawan di Pentagon.
Koalisi pimpinan AS menyatakan pertempuran terjadi karena pihaknya menangkal serangan tak terprovokasi dari ratusan tentara pendukung Assad yang didukung artileri, tank, peluncur roket dan mortir, dekat Sungai Euphrates.
Insiden itu menggarisbawahi potensi konflik lebih jauh di wilayah kaya minyak di timur Suriah, di mana aliansi kelompok bersenjata Kurdi dan Arab yang didukung AS, Pasukan Demokratik Suriah (SDF), menguasai lahan besar setelah perang melawan ISIS.
Pasukan pro-pemerintah "kemungkinan besar mencoba merebut ladang minyak di Khusham" di timur Euphrates, Provinsi Deir al-Zor, kata seorang pejabat AS yang enggan disebut namanya.
Situasi Deir al-Zor, Suriah. (AFP PHOTO/STRINGER) |
Televisi pemerintah Suriah melaporkan bahwa koalisi mengakibatkan "puluhan orang tewas dan terluka" dengan mengebom pasukan pro-pemerintah. Namun, seorang komandan di aliansi militer pendukung Assad menampik dan menyatakan ada tujuh anggotanya yang tewas dan 27 luka-luka.
(aal)
Situasi Deir al-Zor, Suriah. (AFP PHOTO/STRINGER)