Dengan persetujuan Trump, Komisi Intelijen Dewan Perwakilan AS sebelumnya merilis memo dari Partai Republik yang menyebut FBI bias melawan sang Presiden.
Orang nomor satu Amerika pun mengamini tudingan itu, menyebut memo yang dirilis Ketua Komisi Intelijen, Devin Nunes, membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah dalam kasus dugaan kolusi dengan Rusia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam surat kepada komisi, penasihat Gedung Putih, Donald McGahn mengatakan "meski Presiden ingin mengungkap memorandum 5 Februari, karena Memorandum itu berisi sejumlah rahasia, dia tidak bisa melakukannya saat ini."
Trump sebelumnya mengatakan berencana merilis memo itu.
Komunitas intelijen AS menyebut pemerintah Rusia ikut campur dalam pemilihan umum Amerika pada 2016 lalu untuk mengganjal Hillary Clinton dan memenangkan Trump.
Saat ini, jaksa khusus Robert Mueller tengah menyelidiki kemungkinan tim kampanye Trump berkolusi dengan Rusia dan dugaan sang presiden merintangi penegakan hukum dengan memecat eks direktur FBI James Comey.
(aal)