Duta Besar Indonesia untuk Afghanistan, Arief Rachman, mengatakan JK akan berkunjung ke Kabul sebagai tamu kehormatan dalam acara konferensi proses perdamaian Kabul.
"Bu Menteri Luar Negeri [Retno Marsudi] sudah bilang bahwa Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengundang Pak JK untuk jadi tamu khusus dalam Kabul Peace Process. Pak JK juga sudah konfirm bersedia datang," ucap Arief di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Rabu (14/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Arief, pertemuan tersebut merupakan salah satu upaya proses perdamaian yang diinisiasi sendiri oleh pemerintah Afghanistan tanpa campur tangan negara asing.
Dalam pertemuan nanti, ujarnya, pemerintah dan tokoh-tokoh internal akan berdialog mendiskusikan langkah konkret untuk merealisasikan perdamaian.
"Akan ada beberapa tokoh internal dari berbagai pihak. Mereka akan membicarakan bagaimana enaknya dan komponen untuk merealisasikan proses damai yang mungkin tidak akan singkat, harus pelan-pelan," kata Arief.
Afghanistan merupakan negara yang masih didera konflik saudara berkepanjangan. Sejumlah kelompok masih memberontak terhadap pemerintahnya.
Salah satu kelompok pemberontak yang masih menjadi ancaman Afghanistan adalah Taliban. Kelompok tersebut hingga kini masih menguasai sejumlah wilayah.
Sejak awal 2017 lalu Taliban kerap meluncurkan serangan terornya. Selama Januari kemarin, tiga insiden telah terjadi di ibu kota Kabul dan telah menewaskan lebih dari 100 orang.
Meski begitu, hingga kini Arief belum mengetahui apakah tokoh kelompok oposisi utama pemerintah seperti Taliban akan hadir dalam proses damai.
Arief berharap pertemuan ini bisa terus mendorong tercapainya rekonsiliasi internal di Afghanistan. Indonesia, paparnya, menjadi salah satu negara yang ingin terus berkontribusi dalam perdamaian di Afghanistan.
(aal/aal)