"Saya ingin meyakinkan Anda, koalisi dalam keadaan stabil. Tak seorangpun, saya, atau siapapun, yang berencana untuk menggelar pemilihan umum. Kami akan terus bekerja dengan Anda untuk kebaikan warga Israel hingga akhir masa jabatan," kata Netanyahu dalam konferensi pers di Tel Aviv, Rabu (14/2).
Pernyataan itu dilontarkan pagi hari setelah polisi Israel mempublikasikan rekomendasinya, memberikan tantangan terbesar bagi karir Netanyahu selama ini. Kini nasibnya diserahkan kepada jaksa agung yang bakal memutuskan apakah akan mengajukan dakwaan atau tidak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi menyebut Netanyahu dan keluarganya menerima hadiah berupa sampanye, cerutu dan perhiasan dari Arnon Milchan, seorang produser Hollywood berkewarganegaraan Israel, dan James Packer, pengusaha asal Australia.
Secara keseluruhan, hadiah itu bernilai lebih dari 1 shekel atau Rp3,8 miliar. Langkah hukum apapun kemungkinan bakal berfokus pada kemungkinan permintaan politis yang diupayakan atau dikabulkan.
Pengacara Netanyahu mengatakan hadiah itu hanya simbol pertemanan. Sementara Channel 10, sebagaimana dilaporkan Reuters, mengutip pengacara Milchan mengatakan bahwa pemberian itu tidak terkait kepentingan bisnis.
[Gambas:Video CNN]
(aal)