Penembakan Sekolah di Florida, Seorang Tersangka Ditahan

Prima Gumilang, CNN Indonesia | Kamis, 15/02/2018 05:29 WIB
Penembakan Sekolah di Florida, Seorang Tersangka Ditahan Ilustrasi. (REUTERS/Alvin Baez)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pihak berwenang Amerika Serikat telah menangkap seorang tersangka yang diduga melepaskan tembakan ke sebuah sekolah menengah atas di Florida pada Rabu (14/2). Insiden itu, menurut pejabat setempat menyebabkan banyak korban jiwa.

"Penembak sekarang berada dalam tahanan," kata kantor kepolisian Broward County dikutip AFP, Kamis (15/2). Pihaknya menyampakan sejauh ini, 14 korban telah diidentifikasi dan dibawa ke rumah sakit setempat.

Penembakan tersebut terjadi di SMA Stoneman Douglas, Parkland, Florida, Amerika Serikat. Pengawas distrik sekolah, Robert Runcie, mengatakan kepada CNN bahwa dia yakin ada banyak korban jiwa.


"Hari yang mengerikan bagi kami," kata Runcie, menambahkan bahwa insiden tersebut tampaknya telah berakhir.


FBI mengatakan bahwa pihaknya membantu penegakan hukum setempat dengan penyelidikan tersebut.

Usai peristiwa itu terjadi, polisi memburu pelaku yang menembaki SMA di Florida itu. Dikabarkan setidaknya 20 sampai 50 orang mengalami luka-luka. Tingkat cedera tidak jelas.

Para siswa dikeluarkan dari sekolah oleh petugas kepolisian bersenjata dan sebuah kendaraan lapis baja yang dipenuhi tim SWAT begitu tiba di tempat kejadian.

Petugas polisi dengan helm, rompi antipeluru dan dilengkapi senjata otomatis tampak di beberapa titik di sekitar sekolah tersebut.

"Apa yang terjadi adalah bahwa bel kebakaran berbunyi dan kita semua mengira itu bor karena kita sudah melakukan latihan kebakaran," kata seorang siswa tak dikenal kepada WSVN 7 News.

"Kami pikir ini latihan lain, jadi kami tidak menganggapnya serius dan kemudian kami mendengar kabar dari sisi lain sekolah," kata siswa tersebut.


Polisi dari Coral Springs menyarankan para guru dan siswa di gedung tersebut untuk tetap dibarikade.

Para pelajar sekolah itu mengalami ketakutan. Beberapa di antara mereka berlindung di sebuah lemari dengan sejumlah teman sekelasnya.

Seorang murid mengatakan kepada reporter bahwa dia telah mendengar suara yang "terdengar seperti bom." Seorang guru kemudian menyuruh murid-muridnya meringkuk di dalam lemari.

"Semua orang di dalam sangat takut, sangat hangat," kata murid tersebut. (pmg)