"Jika (pasukan Suriah) datang untuk mempertahankan YPG, maka tidak ada yang bisa menghentikan tentara Turki," kata Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu di Yordania, Senin (20/2).
Turki tidak akan keberatan pasukan Suriah memasuki Afrin jika tujuannya untuk "membersihkan" wilayah itu dari pasukan Kurdi, kata dia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Turki memulai operasi di Afrin bersama para pemberontak yang jadi sekutunya untuk melawan YPG pada bulan lalu. Kelompok itu dianggap Ankara terkait dengan pemberontak PKK Kurdi yang ada di negaranya.
Lihat juga:Pengeboman di Suriah Tewaskan 77 Warga Sipil |
Komentar yang dilontarkan Turki menyusul pernyataan seorang pejabat senior Kurdi sehari sebelumnya. Dia menyebut ada kesepakatan dengan pasukan Suriah untuk segera masuk ke Afrin dan membantu berperang.
Namun, juru bicara YPG Nouri Mahmoud menampik adanya kesepakatan dengan pemerintahan Damaskus.
Media pemerintah Suriah melaporkan bahwa kelompok pendukung Presiden Bashar al-Assad akan masuk ke Afrin "dalam hitungan jam," tapi hingga matahari terbit masih belum ada tanda-tanda pasukan dikerahkan.
Belum ada komentar dari tentara Suriah maupun Moskow.
Badran Jia Kurd, seorang penasihat pemerintah otonom Kurdi di utara Suriah, menyatakan ada kesepakatan militer antara Damaskus dan pasukan Kurdi untuk mengerahkan tentara Suriah di Afrin.
Namun, dia menambahkan bahwa ada penentangan yang mungkin menggagalkan kesepakatan tersebut.
Juru bicara YPG Nouri Mahmoud menggatakan hanya ada "panggilan dari kami bagi pasukan Suriah untuk datang dan melindungi perbatasan."
"Itu adalah kewajiban mereka," ujarnya sebagaimana dikutip Reuters. "Sejauh ini tentara Suriah belum memenuhi kewajibannya untuk Afrin."
(aal)