PM Singapura Berniat Rombak Kabinet dengan Anggota Muda

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Selasa, 27/02/2018 15:53 WIB
PM Singapura Berniat Rombak Kabinet dengan Anggota Muda PM Singapura Lee Hsien Loong berencana merombak kabinet dengan anggota-anggota baru yang berusia muda. (REUTERS/Jonathan Ernst)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong berencana merombak kabinetnya setelah masa reses tengah tahun parlemen selesai. Masa reses parlemen diperkirakan berlangsung hingga April mendatang.

Lee, anak tertua pendiri Singapura Lee Kuan Yew, telah mengungkapkan niatnya untuk pensiun dalam beberapa tahun ke depan.

Perombakan ini, tuturnya, dilakukan untuk memberi peran dan tanggung jawab yang lebih besar lagi kepada generasi muda yang akan menggantikan pemerintahannya nanti.


"Saya akan merombak kabinet setelah reses parlemen untuk memberikan para anggota muda lebih banyak eksposur dan tanggung jawab. Dengan cara ini, penerus saya bisa mendapat dukungan yang lebih kuat dari tim yang lebih berpengalaman dengan komitmen membawa Singapura menjadi negara yang lebih baik di masa depan," ucap Lee melalui akun Facebooknya, Selasa (27/2).


Diberitakan Reuters, Lee menyebutkan pemilihan umum bisa dilakukan kapan saja sebelum periode pemerintahan saat ini berakhir pada 2021.

PM yang telah menjabat sejak 2004 itu juga mengatakan bahwa penerusnya kemungkinan besar berasal dari kabinetnya saat ini.

Sampai saat ini ada sejumlah nama yang dianggap bersaing menjadi penerus Lee nanti. Sejumlah media dan pengamat politik lokal menyebut nama-nama tersebut termasuk Menteri Keuangan Heng Swee Keat, Menteri Pendidikan Ong Ye Kung, dan anggota kabinet Chan Chun Sing.

Wakil Lee, Tharman Shanmugaratnam, juga disebut-sebut berpotensi menjadi penerus pemimpin negara terkaya di Asia Tenggara itu.


Pendahulu Lee, Goh Chok Tong, berharap Singapura bisa mulai memilih calon-calon pemimpin potensial dalam enam sampai sembilan bulan ke depan.

Wacana tokoh penerus Lee terus menjadi fokus di negara pulau itu terutama setelah kesehatan pria 66 tahun itu menurun dalam beberapa waktu terakhir. Pada 2016 lalu, Lee sempat tersandung jatuh di atas podium saat berpidato di sebuah acara televisi.

Lee juga tercatat dua kali bertahan setelah didiagnosa menderita kanker.

[Gambas:Video CNN]

Pengganti Lee juga menjadi perhatian Partai Aksi Rakyat (PAP), partai politik berkuasa yang terus mendominasi parlemen sejak Singapura merdeka 1965 lalu.

Pada pemilu 2015 lalu, PAP menang dengan perolehan suara 70 persen voting populer dan meraup 83 dari 89 kursi parlemen. Berdasarkan rekor, partai tersebut mendapat catatan suara terendah pada 2011 lalu dengan hanya memperoleh suara 60 persen. (nat)