PM Israel Diperiksa Kedelapan Kali Terkait Kasus Korupsi

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Sabtu, 03/03/2018 02:50 WIB
PM Israel Diperiksa Kedelapan Kali Terkait Kasus Korupsi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu diperiksa untuk kedelapan kalinya terkait kasus suap, Jumat (2/3). (REUTERS/Amir Cohen)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dikabarkan menjalani pemeriksaan polisi Israel terkait dugaan suap untuk kedelapan kalinya sejak 2017, Jumat (2/3).

Media setempat memberitakan bahwa Netanyahu diperiksa di rumahnya. Kepolisian Israel tiba di kediaman Netanyahu di Yerusalem dengan menggunakan dua kendaraan sekitar pukul 09.00 pagi waktu setempat. Surat kabar Haaretz menyebut PM Israel itu diperiksa selama lima jam.

Di saat bersamaan, istri Netanyahu, Sara, dilaporkan juga tengah diperiksa oleh tim penyelidik di kantor komisi penipuan nasional di Tel Aviv.


Menurut kantor berita AFP, hingga kini polisi tidak memberikan konfirmasi resmi mengenai pemeriksaan Netanyahu tersebut.

Posisi Netanyahu makin terjerat dalam skandal suap ini menyusul penangkapan orang-orang terdekatnya. Eks penasihat media Netanyahu, Nir Hefetz, dan pengusaha pemegang saham grup telekomunikasi Bazeq, Shaul Elovitch, telah ditahan atas keterlibatan mereka dalam kasus dugaan korupsi orang nomor satu di Israel itu.

Hefetz dan Elovitch merupakan dua di antara tujuh tersangka yang telah ditahan aparat karena dugaan suap Netanyahu.

Kepolisian menuding Elovitch diberi Netanyahu konsesi bisnis. Sementara Elovitch memberitakan sisi baik pemerintahan Netanyahu di portal berita miliknya, Walla!.

Sementara itu, Hefetz diduga menjadi perantara antara Netanyahu dan para petinggi Walla!. Dia juga dituding menyuap seorang pensiunan jaksa untuk menghentikan penyelidikan kasus penyalahgunaan dana publik yang menyeret istri Netanyahu.

Kasus dugaan suap ini telah mencuat sejak awal 2017 lalu. Januari kemarin, polisi mengatajan telah memiliki bukti cukup untuk menuntut Netanyahu atas dugaan siap dan penyalahgunaan kekuasaan dalam dua kasus lainnya.

Dalam salah satu kasus, Netanyahu dan keluarga diduga menerima cerutu, perhiasan, dan sampanye seharga 1 juta shekel atau setara US$285 ribu (sekitar Rp4 miliar)

Tim penyelidik juga menuduh Netanyahu membuat kesepakatan dengan surat kabar ternama Yediot Aharonot agar media itu hanya memberitakan hal-hal positif tentang PM Israel tersebut.

Media Israel juga melaporkan bahwa polisi hari ini juga akan meminta pernyataan Netanyahu sebagai saksi atas dugaan korupsi pembelian tiga kapal selam Israel dari industri Jerman, ThyssenKrupp.

Skandal dugaan korupsi ini lantas memunculkan spekulasi bahwa Netanyahu bisa dipaksa mengundurkan diri.  Netanyahu membantah semua tudingan tersebut yang dianggapnya sebagai upaya pembunuhan karakter menjelang pemilu Israel.

[Gambas:Video CNN]

(nat)