Sementara di medan pertempuran lain, Turki menyatakan telah merebut sebuah kota Kurdi yang berada di barat laut Afrin. Ankara menyerang wilayah tersebut untuk memerangi kelompok Kurdi YPG, dibantu oleh pasukan sekutunya di Suriah.
Damaskus yang didukung Rusia dan Iran tengah menjalankan salah satu operasi paling mematikan dalam perang di timur Ghouta, menewaskan ratusan orang dengan bombardir udara dan artileri selama dua pekan terakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kelompok pemberontak Jaish al-Islam menyatakan pasukannya telah ditarik dari sejumlah posisi di dua area, termasuk al-Shayfouniya, karena terus-menerus dibombardir. Mereka menuding pemerintah Bashar al-Assad dan Rusia melakukan serangan membabi-buta.
Kantor berita Hizbullah, kelompok dukungan Iran yang mendukung Assad, menyebut tiga wilayah lain yang sudah direbut tentara Suriah di timur dan tenggara Ghouta.
Observatory juga menyebut operasi Turki semakin cepat, dan jet negara tersebut menghantam sejumlah pasukan pro-pemerintah untuk ketiga kalinya dalam rentang 48 jam, menewaskan 36 orang. Mereka adalah sekutu YPG.
Turki menolak permintaan negara-negara Barat untuk menghentikan serangan di Afrin, sesuai gencatan senjata yang digagas PBB.
PM Turki Binali Yildrim menyebut pasukan negaranya telah merebut sebuah kota di Afrin. (REUTERS/Umit Bektas) |
Turki menganggap YPG sebagai kepanjangan Partai Pekerja Kurdistan (PKK). Selama tiga dekade terakhir, kelompok itu memberontak pada pemerintah Ankara dan dianggap kelompok teroris oleh Amerika serikat, Uni Eropa dan Turki.
Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa memerintahkan gencatan senjata selama 30 hari di seluruh penjuru Suriah, pekan lalu. Namun, langkah itu tidak berpengaruh.
Tidak ada tanda-tanda tekanan Barat untuk menghentikan serangan, timur Ghouta tampaknya bakal jatuh ke tangan pemerintah yang punya persenjataan lebih lengkap. Mereka juga telah merebut banyak wilayah lain dengan taktik militer yang sama.
Rusia meminta semua pihak melakukan gencatan senjata harian selam alima jam di timur Ghouta, dan menuding pemberontak mencegah warga sipil pergi. Mereka menampik tudingan itu, sementara Kemnterian Luar Negeri AS menyebut rencana Rusia sebagai "lelucon."
(aal)
PM Turki Binali Yildrim menyebut pasukan negaranya telah merebut sebuah kota di Afrin. (REUTERS/Umit Bektas)