Surat Mahatma Gandhi Puji Yesus Kristus Laku Rp688 Juta

LIT, CNN Indonesia | Selasa, 06/03/2018 00:01 WIB
Surat Mahatma Gandhi Puji Yesus Kristus Laku Rp688 Juta Surat Mahatma Gandhi kepada tokoh Kristen Amerika Serikat yang menyebut Yesus Kristus sebagai guru terbesar umat manusia laku Rp688 juta. (AFP PHOTO/INTERCONTINENTALE)
Jakarta, CNN Indonesia -- Surat langka yang dikirim tokoh ikonik India, Mohandas Karamchand Gandhi atau yang dikenal sebagai Mahatma Gandhi terjual dengan harga US$50,000 (sekitar Rp688 juta) pada Kamis (1/3).

Diketik tinta samar dan ditandatangani tegas, surat tersebut ditujukan kepada Milton Newberry Frantz, seorang tetua agama Kristen di Amerika Serikat pada 1926.

Di dalamnya, sang pemimpin ikonik India yang beragama Hindu, mengungkapkan rasa hormatnya terhadap semua agama dan kepercayaan.


Gandhi juga memuji Yesus Kristus, tokoh sentral dalam agama Kristen, yang merupakan Juru Selamat dalam kepercayaan iman Kristiani. Menurut Raab Collection, surat ini adalah satu-satunya surat Gandhi yang diketahui menyebut Yesus. Raab Collection adalah agen dokumen historis yang menjual surat Gandhi ini.

"Saya tidak berubah dari keyakinan bahwa Yesus adalah salah satu guru terbesar umat manusia seperti dilansir CNN," tulis Gandhi. "Tidakkah Anda berpikir bahwa persatuan agama bukan tunduk kepada satu iman tetapi dengan menghormati masing-masing keyakinan?"

Artefak tersebut dibeli Raab Collection dari seorang pria pemilik banyak dokumen sejarah di Amerika Selatan yang dikumpulkan pada 1960an.

Surat Mahatma Gandhi kepada tokoh Kristen di Amerika Serikat yang dilelang.Foto: The Raab Collection, LLC via edition.cnn.com
Surat Mahatma Gandhi kepada tokoh Kristen di Amerika Serikat yang dilelang.


"Kami membeli koleksi tersebut lalu didalamnya (kami temukan) permata itu," kata Nathan Raab, presiden Raab Collection. "Itu adalah surat yang kuat dan emosional."

Raab Collection menangani surat dan dokumen lain dari tokoh-tokoh sejarah seperti George Washington, Charles Darwin dan Napoleon.

Proses pembuktian keaslian dokumen tidaklah sesederhana melihatnya dibawah kaca pembesar dengan sarung tangan putih seperti di TV, kata Raab. Jika sebuah dokumen gagal dalam bahkan satu saja bagian dari tes keasliannya, dia mengatakan Raab Collection tidak akan membelinya.

Khusus untuk dokumen ini para ahli memeriksa kertas yang digunakan, tinta, tipografi dan dokumentasi keberadaan Gandhi pada saat surat ditulis.

"Gandhi memiliki tinta khusus yang dia gunakan," kata Raab.


Ketika surat tersebut ditulis, Gandhi adalah pemimpin dari Kongres Nasional India, partai politik yang mendorong negara itu memerdekakan diri dari Inggris. Gerakan tanpa kekerasannya sukses dua dekade kemudian, saat Inggris memberi India kemerdekaannya pada 1947 - tahun sebelum Gandhi meninggal dunia.

Yang membuat surat tersebut sangat kuat, kata Raab, adalah pernyataan Gandhi yang menghormati agama lain.

"Saya pikir pesannya tentang toleransi, tidak hanya mengajarkan tentang perasaannya, sama pentingnya pada saat ini seperti masa itu," kata Raab.

[Gambas:Video CNN] (nat)