FOTO: Ikatan Suku Sudan Selatan dan Ternak Kala Kekeringan

AFP, CNN Indonesia | Senin, 12/03/2018 17:02 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Ketika musim kering, para gembala dari suku Dinka di Sudan Selatan menggiring ternak ke pinggir Sungai Nil. Dengan sekuat raga mereka menjaga ternak tersebut.

Ketika musim kering datang, para gembala dari suku Dinka di Sudan Selatan menggiring peliharaan mereka ke pinggir Sungai Nil dan mendirikan tenda di sana. Namun ternyata, daerah tersebut juga dilanda kekeringan. (AFP Photo/Stefanie Glinski)
Tak berdaya, mereka tetap tinggal bersama ternaknya di lahan dengan latar belakang pemandangan kekeringan dan kelaparan. (AFP Photo/Stefanie Glinski)
Ikatan antara suku Dinka dan ternaknya memang sangat kuat. Mereka bahkan sampai membawa senapan demi menjaga kawanan ternaknya. (AFP Photo/Stefanie Glinski)
Empat tahun diguncang perang sipil, sektor agrikultur negara ini mati. Suku Dinka pun semakin menjaga ternaknya yang dapat dijual dengan harga mahal. (AFP Photo/Stefanie Glinski)
Satu sapi dapat dijual dengan harga hingga US$500 atau setara Rp6,8 juta. Tak heran, sekitar 350 ribu sapi dan ternak lainnya dicuri, dan lebih dari 2.500 orang tewas dalam pertikaian akibat pencurian ternak. (AFP Photo/Stefanie Glinski)
Kini, di pinggir Sungai Nil tersebut, masih ada kemungkinan pertumpahan darah terjadi juga akibat ternak. Bagaimana tidak, ada banyak orang yang kelaparan di tengah padang gersang tersebut. (AFP Photo/Stefanie Glinski)
Kekeringan dan kelaparan ini tak hanya terjadi di daerah tepi Sungai Nil, tapi juga hampir seluruh Sudan Selatan. Berdasarkan laporan pada Januari lalu, sekitar 53 juta orang, atau 48 persen dari keseluruhan penduduk di Sudan, mengalami kekurangan makanan akut. (AFP Photo/Stefanie Glinski)
Meski demikian, para gembala yang terdampar di pinggir Sungai Nil bersyukur karena masih bisa hidup. Kekeringan pun masih bisa menjadi keuntungan karena pasir yang hangat dapat melindungi mereka ketika malam menjelang. (AFP Photo/Stefanie Glinski)