Ikut Jejak Trump, PM Jepang Pertimbangkan Bertemu Kim Jong-un

LIT, CNN Indonesia | Rabu, 14/03/2018 14:40 WIB
Ikut Jejak Trump, PM Jepang Pertimbangkan Bertemu Kim Jong-un Jepang mempertimbangkan pertemuan puncak antara Perdana Menteri Shinzo Abe dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. (REUTERS/Jonathan Ernst)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jepang mempertimbangkan pertemuan puncak antara Perdana Menteri Shinzo Abe dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. Rencana itu dilaporkan sejumlah media Jepang seiring dengan meningkatnya usaha diplomatik untuk merangkul Pyongyang.

Kabar itu tersiar setelah pengumuman mengejutkan soal rencana pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Kim Jong-un, menyusul perkembangan diplomatik yang cepat setelah Olimpiade Musim Dingin di Korea Selatan, Februari lalu.

Namun, belum ada pengumuman resmi soal permintaan dialog baik oleh Pyongyang maupun Tokyo.


Kemungkinan pertemuan Abe dan Kim dilansir pertama kali oleh kantor berita Kyodo, Selasa (13/3) malam. Mengutip sumber-sumber pemerintah yang tak mau disebut namanya menyatakan bahwa rencana pertemuan tersebut merupakan pendekatan baru Tokyo kepada Pyongyang.

Beberapa jam kemudian, Jiji Press melaporkan berita serupa. Mereka mengatakan Tokyo khawatir ditinggalkan dalam diplomasi penanganan Korea Utara, jika perundingan antara negara terisolasi tersebut dengan Korea Selatan dan Washington berlanjut tanpa keterlibatan Jepang.

Kepada kantor berita AFP, juru bicara Kementerian Luar Negeri Jepang mengatakan dirinya tidak dapat memastikan adanya rencana konkret untuk pertemuan tersebut.

"Kami akan mempelajari kebijakan kami dari sudut pandang yang paling efektif untuk menyelesaikan isu program nuklir dan rudal Korea Utara serta penculikan warga Jepang oleh Pyongyang," kata juru bicara tersebut.

Awal minggu ini, Utusan Korea Selatan Suh Hoon menemui pemimpin Jepang di Tokyo, untuk menginformasikan proses diplomatik yang berlangsung cepat, ditandai oleh pengumuman rencana pertemuan bersejarah AS dan Korea Selatan yang bertujuan untuk melucuti nuklir Pyognyang.

Kepala Badan Intelijen Nasional Korea Selatan Suh Hoon bertemu Abe pada Selasa (13/3). Tidak jelas apakah Suh membawa pesan dari Kim untuk mengusulkan pertemuan dengan Jepang.

Laporan media dan para ahli menyatakan Tokyo khawatir akan tertinggal dalam perkembangan Korea Utara. Jepang juga memiliki isu sendiri, yakni penculikan warganya oleh Korea Utara. Mereka khawatir isu penculikan warga Jepang bakal dikesampingkan.

Potensi pertemuan Abe dan Kim Jong-un muncul bersamaan dengan skandal yang dihadapi perdana menteri Jepang terkait penjualan tanah pemerintah kepada salah satu pendukungnya, dan Kementerian Keuangan yang tampak menutup-nutupi transaksi tersebut.

Kekuatan politik Abe meningkat karena posisinya yang kuat dalam menghadapi Korea Utara terutama masalah penculikan warga Jepang.

Jepang masuk dalam daerah tembak rudal Korea Utara. Dua misil Korut melintasi wilayah Jepang pada tahun 2017. Kejadian ini memicu amarah dan meningkatkan ketegangan.

Perdana menteri Jepang terakhir yang bertemu dengan pemimpin Korea Utara adalah Junichiro Koizumi. Koizumi bertemu dengan ayah Kim, Kim Jong Il, di Pyongyang pada 2004.

(nat)