Trump secara keliru mengklaim bahwa Amerika Serikat mengalami defisit perdagangan dengan Kanada.
Pada mulanya Trudeau berkata bahwa Kanada memiliki Defisit neraca perdagangan dengan Amerika. Hal itu dibantah oleh Trump. Trudeau sempat bersukukuh. Namun, Trump tetap dengan pendiriannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Departemen Perdagangan AS menyebut ada surplus perdagangan dengan Kanada. Dengan kata lain, Kanada mengalami defisit neraca perdagangan terhadap Amerika.
Rinciannya, AS mengalami defisit sebesar US$23,2 miliar pada 2017 dengan Kanada dalam hal perdagangan barang-barang, mulai mainan hingga mobil.
Namun, AS memiliki surplus US$25,9 miliar dengan Kanada pada tahun yang sama dalam hal jasa. Mulai dari pariwisata hingga teknologi dan perawatan kesehatan.
Namun demikian, Trump tetap berkukuh dengan pendapatnya. Melalui akun Twitter-nya Ia bahkan menyebut AS memiliki defisit perdagangan dengan Kanada.
"Kami memiliki Defisit Perdagangan dengan Kanada, seperti yang kami lakukan dengan hampir semua negara (beberapa di antaranya hebat). PM Justin Trudeau dari Kanada, orang yang sangat baik, tidak suka mengatakan bahwa Kanada memiliki surplus vs AS (bernegosiasi), tapi mereka melakukannya. Mereka hampir semua melakukannya. Dan itulah yang saya tahu! "
[Gambas:Twitter]
Sejak era kampanye Pilpres AS 2016, Trump dikenal dengan masalah akurasi data.
Misalnya, ia menyebut Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong sebagai Presiden Jokowi dalam sebuah foto yang diunggahnya pada Instagram.