Trudeau: Kanada tak akan Pindahkan Kedutaan ke Yerusalem

Natalia Santi , CNN Indonesia | Jumat, 08/12/2017 08:12 WIB
Trudeau: Kanada tak akan Pindahkan Kedutaan ke Yerusalem PM Kanada Justin Trudeau memastikan negaranya tidak akan mengikuti langkah Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. ((Reuters/Kevin Lamarque))
Jakarta, CNN Indonesia -- Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau memastikan kedutaannya akan tetap berada di Tel Aviv. Sikap PM Trudeau ini berlawanan dengan sekutunya Amerika Serikat, dimana Presiden Donald Trump resmi mengumumkan pengakuan terhadap Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, dan memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem.

"Kami tidak akan memindahkan kedutaan Kanada dari Tel Aviv," kata Trudeau dalam lawatan ke Guangzhou, China, dan ditayangkan secara nasional di Kanada seperti dilansir AFP, Kamis (7/12).

Sehari sebelumnya, Rabu (6/12) Menteri Luar Negeri Kanada, Chrystia Freeland memastikan bahwa negaranya tidak akan mengubah kebijakan. "Status Yerusalem hanya dapat ditentukan dengan penyelesaian sengketa Palestina-Israel."

[Gambas:Video CNN]

"Kami berkomitmen kuat kepada tujuan, yakni perdamaian yang komprehensif, adil dan abadi di Timur Tengah termasuk pembentukan negara Palestina yang berdampingan secara aman dan damai bersama Israel," kata Freeland.

Setelah Perang Arab-Israel 1948, Yerusalem terbagi menjadi dua bagian, wilayah Barat yang banyak dihuni Yahudi dan dikuasai Israel. Serta wilayah Timur yang mayoritas penduduknya warga Arab, dan dikuasai Yordania.

Israel merebut Yerusalem Timur dari Yordania setelah menang Perang Enam Hari pada 1967. Sejak itu Israel menyatakan Yerusalem sebagai ibu kota. Klaim tersebut tidak diterima komunitas internasional, juga Palestina yang berharap Yerusalem Timur bakal menjadi ibu kotanya jika merdeka.
Pada 20 Agustus 1980, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB) mengadopsi Resolusi 478 yang mengutuk klaim Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel dan menyatakannya sebagai pelanggaran hukum internasional.

Bahkan sebelum terlarang oleh Resolusi 478, Amerika Serikat tidak pernah memiliki kedutaan di Yerusalem. AS hanya memiliki sebuah konsulat di sana, sama seperti Inggris dan Prancis.

Sejak 1989, Israel telah menyewakan sebidang tanah di Yerusalem, untuk dibangun sebuah kedutaan. Sebidang tanah itu disewakan selama 99 tahun dengan harga simbolis yakni US$ 1 dolar per tahun.

[Gambas:Video CNN]

Pada 1995, Kongres AS meloloskan undang-undang yang mengharuskan Amerika memindahkan kedutaan dari Tel Aviv ke Yerusalem. Para penyokong UU tersebut menyatakan bahwa AS harus menghormati keputusan Israel yang menyatakan Yerusalem sebagai ibu kotanya.

Namun sejak 1995, semua presiden AS menolak memindahkan kedutaan dengan alasan keamanan nasional. Tiap enam bulan, para presiden sebelum Trump menggunakan hak prerogatifnya untuk mencegah pemindahan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem. (nat)