FOTO: Rakyat Negara Beruang Merah Mencari Sosok Presiden

Reuters & AFP, CNN Indonesia | Minggu, 18/03/2018 22:51 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Rakyat Rusia mencari sosok presiden lewat pemilu pekan ini. Presiden petahana negara Beruang Merah itu, Vladimir Putin, menjadi satu dari tujuh kandidat.

Seorang polisi berjaga, sementara di belakangnya tampak foto dan keterangan tujuh kandidat dalam pemilihan presiden kali ini. Presiden petahana, Vladimir Putin pun ikut dalam kontestasi ini, 18 Maret 2018. (REUTERS/Eduard Korniyenko)
Pemilu di Rusia dimulai sejak Sabtu (17/3) pukul 8.00 waktu setempat atau Minggu (18/3) pukul 03.00 WIB di kawasan Timur Jauh dan akan ditutup di kawasan paling barat negara itu, yakni Kalingard pada Minggu (18/3) petang atau Senin (19/3) dini hari waktu Indonesia.. (REUTERS/Eduard Korniyenko)
Di antara tujuh kandidat, Presiden petahana Vladimir Putin menjadi yang terkuat. Berdasarkan survey-survey sebelumnya tingkat keterpilihan Putin sekitar 70 persen. (REUTERS/Sergey Pivovarov)
Vladimir Putin keluar dari bilik suara. Ini adalah kali keempat dia ikut dalam proses pemilihan presiden. (Yuri Kadobnov/POOL via Reuters)
Kantor penyelenggara pemilu di Rusia mencatat daftar rakyat yang memiliki hak pilih mencapai 110 juta. Namun, yang dikhawatirkan adalah tingkat kelompok enggan menggunakan hak pilihnya atau golput. (REUTERS/Sergey Pivovarov)
Salah satu alasan golput di antaranya karena protes pada Putin yang dinilai tak tergantikan di pucuk kepemimpinan negara tersebut meskipun melewati proses demokrasi. (AFP PHOTO/Sergei GAPON)
Akibatnya, beberapa penyelenggara pemilu mesti berpikir keras agar rakyat mau menggunakan hak pilih. Salah satunya di kawasan Khabarovsk, di mana penyelenggara pemilu lokal juga menyelenggarakan pasar sembako murah di TPS agar rakyat mau datang ke sana dan menggunakan hak pilih.(AFP PHOTO / Sergei GAPON)
Pemilihan presiden juga digelar di seluruh perwakilan Rusia di dunia, termasuk di Jakarta. Kedutaan Besar Rusia di Jakarta juga menggelar pemilu dua hari lalu bagi warga Rusia di Bali. (REUTERS/Eduard Korniyenko)