Putin Minta Inggris Buktikan Tuduhan atau Minta Maaf

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Selasa, 20/03/2018 10:30 WIB
Putin Minta Inggris Buktikan Tuduhan atau Minta Maaf Presiden Vladimir Putin mendesak Inggris untuk membuktikan tuduhan keterlibatan Rusia atas kasus peracunan eks-agen intelijen Sergei Skripal. (REUTERS/Alexander Zemlianichenk)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Rusia Vladimir Putin mendesak Inggrís untuk membuktikan tuduhan bahwa Moskow terlibat kasus peracunan mantan mata-mata, Sergei Skripal di Salisbury sekitar awal Maret lalu. Jika tidak bisa membuktikan, Putin menekankan bahwa Inggris harus meminta maaf kepada Rusia.

"Cepat atau lambat tudingan tidak berdasar ini harus dijawab entah itu didasari oleh bukti atau permintaan maaf," ucap Putin melalui juru bicaranya, Dmitry Peskov, Senin (19/3).

Kasus peracunan Skripal dan putrinya, Yulia, memanaskan hubungan Rusia dengan sejumlah negara Barat. London menuding Moskow yang mendalangi upaya pembunuhan Skripal dan sejumlah agen intelijen lainnya di Inggris dalam beberapa tahun terakhir.


Rusia baru saja menggelar pemilihan umum presiden pada akhir pekan lalu dan Putin berhasil meraup suara terbanyak sebesar 70 persen, mengamankan jabatannya sebagai orang nomor satu di Negeri Beruang Merah itu.

Peskov menampik jika ketegangan Rusia dan Inggris ini turut meningkatkan popularitas Putin dalam pemilu.

"Saya tidak akan menggunakan frase 'kekesalan dengan negara Barat'. Ini merupakan aliran fitnah yang sulit dijelaskan dan sulit untuk memahami motivasi Inggris terhadap Rusia di balik kasus ini," katanya seperti dikutip AFP.



Skripall dan putrinya ditemukan tidak sadarkan diri di sebuah bangku dekat pusat perbelanjaan di Salisbury pada 4 Maret lalu.

Inggris memastikan bahwa keduanya terpapar racun saraf yang mampu melumpulkan sistem saraf hingga menyebabkan kematian.

London menyebut racun yang digunakan untuk menyerang Skripal adalah Novichok, racun saraf era perang di era Soviet.

London menuding bahwa kasus peracunan Skripal disponsori oleh negara.

Hingga kini Skripal dan putrinya masih dalam keadaan kritis. Selama ini, Kremlin berkeras membantah keterlibatan mereka dibalik peracunan itu.

Sebelumnya, Putin juga telah menyatakan bahwa tuduhan Inggris tersebut 'nonsense' atau tidak masuk akal. (nat)