"Proses akan dimulai pada pekan pertama Juni. Kami membangun akomodasi untuk 100 ribu orang," ujar Menteri Manajemen Bencana Bangladesh, Shah Kamal, kepada perwakilan sejumlah badan Perserikatan Bangsa-Bangsa, Rabu (4/4).
Kamal mengatakan bahwa saat ini Bangladesh sudah membangun tempat tinggal yang dapat menampung 50 ribu pengungsi, sisanya akan dirampungkan dalam waktu dua bulan ke depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pulau Thengar Car pertama kali muncul ke permukaan air di lepas pantai Bangladesh sekitar 12 tahun lalu. Daratan ini biasanya terendam banjir pada Juni hingga September.
Bangladesh kembali mengajukan usulan ini tahun lalu, setelah gelombang pengungsi Rohingya yang menghindari kekerasan di Rakhine membanjiri negara itu sejak Agustus.
Berdasarkan laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa, Bangladesh sudah menampung 700 ribu pengungsi Rohingya hanya dari gelombang kekerasan terakhir ini.
Awalnya, Bangladesh menargetkan relokasi dimulai pada akhir tahun ini, tapi proses ini dipercepat karena PBB khawatir kamp pengungsi di Bangladesh tersapu banjir saat angin muson bertiup pada pertengahan 2018. (has)