Pencoretan partai ini merupakan pukulan telah bagi lelaki berusia 92 tahun yang memimpin kampanye oposisi federal melawan Perdana Menteri Najib Razak.
Dalam surat tertanggal 5 April, Panitera Pendaftaran (Jabatan Pendaftaran Pertubuhan) menyatakan Parti Pribumi Bersatu Malaysia tidak memenuhi tenggat waktu 30 hari untuk menyerahkan dokumen yang diperlukan untuk membuktikan partai telah memenuhi syarat-syarat pendaftaran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keputusan untuk mencoret partai Mahathir diambil sehari sebelum Najib diperkirakan akan membubarkan parlemen untuk menjelang pemilu.
Dengan keikutsertaan Mahathir dalam kelompok oposisi, koalisi tak terkalahkan Najib yang Dipimpin oleh Organisasi Nasional Malay Bersatu menghadapi salah satu tantangan terkuatnya sejak Malaysia merdeka pada 1957.
Mahathir berbalik melawan Najib setelah terungkap pada 2015 lalu bahwa $681 juta dana dari yayasan negara 1Malaysia Development Berhad (1MDB) diduga mengalir ke rekening pribadi sang kepala negara.
Sementara itu, Najib terus menampik semua tudingan tersebut.
Mahathir yang sempat menjabat perdana menteri selama 22 tahun telah memperbaiki hubungan dengan tokoh oposisi yang dipenjara, Anwar Ibrahim, dalam rangka membentuk koalisi kuat menggulingkan Najib.
(aal)