"Saya hendak memberi tahu masyarakat bahwa saya sudah bertemu raja ... dan meminta izinnya membubarkan parlemen pada Sabtu, 7 April," kata Najib lewat stasiun televisi pemerintah, dikutip AFP.
Menyusul pembubaran parlemen, komisi pemilihan umum akan mengumumkan tanggal pemungutan suara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Najib, pendiri yayasan tersebut, diduga menerima aliran dana ilegal di rekening pribadinya. Dia telah menampik dugaan tersebut dan diperkirakan akan menang mudah dalam pemilu.
Hanya saja, keikutsertaan Mahathir dalam kelompok oposisi membuat prediksi itu goyah. Lelaki berusia 92 tahun yang sempat memimpin Malaysia selama dua dekade itu dinilai bisa memberi tantangan sulit bagi Najib.
(aal)